Penagih ‘Mata Elang’ Beraksi di Sukabumi, Main Rampas Kendaraan dengan Intimidasi di Tengah Keramaian

Selasa, 25 November 2025 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Aksi penagihan utang oleh kelompok yang dikenal sebagai “mata elang” kembali menimbulkan keresahan di kalangan warga Kota Sukabumi. Kali ini, seorang perempuan, Rima Melati (45), mengaku menjadi korban intimidasi oleh sekelompok penagih dari perusahaan leasing.

​Peristiwa yang dialami warga Cikole ini terjadi pada Rabu (19/11) sekitar pukul 14.00 WIB, di area pusat perbelanjaan Jalan A. Yani, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

​Rima Melati menuturkan, insiden bermula saat dirinya hendak beranjak pulang setelah selesai berbelanja. Tiba-tiba, dua pria menghampirinya dan mengaku sebagai petugas yang bertanggung jawab atas kredit sepeda motor miliknya.

​”Pada saat itu udah ada dua orang dekat motor, tiba-tiba nanya status motor menyebut dalam tunggakan. Saya bersikukuh tidak menyerahkan motor karena identitas mereka tidak jelas,” ujar Rima, Selasa (25/11/2025).

​Kecurigaan Rima semakin menguat setelah dua pria tersebut memanggil rekan mereka, sehingga jumlah penagih yang mengerumuninya bertambah menjadi empat orang. Ia merasa sangat terintimidasi, terutama karena kondisinya sebagai seorang perempuan.

​”Secara pribadi saya takut juga, saya perempuan dikerumuni empat laki-laki, ada yang badannya besar dan bertato,” ungkapnya.

​Rima juga menegaskan bahwa ia memiliki dokumen legalitas lengkap atas sepeda motor yang digunakannya. Kejanggalan lain muncul saat identitas kendaraan yang disebutkan oleh para penagih tidak sesuai dengan motor yang ia kendarai.

​”Saya makin curiga, kenapa yang diomongkan beda dengan yang saya pakai,” katanya.

​Atas kejadian yang menimpanya, Rima Melati berharap pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas terhadap kelompok penagih utang ilegal yang dinilai telah meresahkan dan mengintimidasi masyarakat, khususnya perempuan.

Ia menilai tindakan para pelaku sudah sangat merugikan dan membahayakan keselamatan publik.

​”Kita berharap Polisi bisa bertindak tegas. Gimana kalau ini menimpa orang lain juga yang tidak tahu apa-apa,” tutupnya.

Reporter: Fira AFS| Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Hergun Sembelih 12 Ekor Sapi dan 13 Kambing, Libatkan Tokoh Pers Sukabumi
Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi
322 Hewan Kurban Disalurkan Pemkab Sukabumi pada Idul Adha 1447 H
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
Persib Juara, Ribuan Bobotoh Tumpah Ruah di Jalanan Palabuhanratu
Nagrak Membiru! Warga dan Bupati Kompak Dukung Persib Bandung
Ibu Tiri Nizam Segera Diadili, Kejari Kabupaten Sukabumi Terima Pelimpahan Perkara
Puncak Hari Nelayan Palabuhanratu Berlangsung Semarak, Ribuan Warga Tumpah Ruah

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:23 WIB

Hergun Sembelih 12 Ekor Sapi dan 13 Kambing, Libatkan Tokoh Pers Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:39 WIB

Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:57 WIB

322 Hewan Kurban Disalurkan Pemkab Sukabumi pada Idul Adha 1447 H

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:05 WIB

Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:45 WIB

Persib Juara, Ribuan Bobotoh Tumpah Ruah di Jalanan Palabuhanratu

Berita Terbaru