Grand Final Moka 2025: Bupati Dukung Kebangkitan dan Pelestarian Budaya

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap ajang pemilihan duta wisata Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Sukabumi 2025 yang digelar di Auditorium Universitas Nusa Putra. Ia menegaskan bahwa Moka memiliki peran strategis dalam mempromosikan pariwisata dan pelestarian budaya daerah.

“Kemampuan Mojang dan Jajaka dalam berkomunikasi dan menguasai teknologi digital bisa menjadi kekuatan besar dalam menyebarluaskan informasi seputar pariwisata dan ekonomi kreatif Sukabumi,” ungkapnya dalam sambutannya pada malam grand final, Jumat (3/10/2025).

Bupati juga menyoroti pentingnya peran Moka sebagai wajah generasi muda yang mendukung kebangkitan budaya lokal. Ia berharap kegiatan ini menghasilkan duta terbaik yang mampu mempromosikan kekayaan alam dan budaya Sukabumi secara nasional maupun internasional.

Sukabumi sendiri dikenal dengan potensi alam dan budayanya yang luar biasa, dikenal lewat konsep GURILAPSS (Gunung, Rimba, Laut, Pantai, Sungai, Seni, dan Budaya). Pemerintah daerah pun terus berupaya menggali dan mempromosikan potensi tersebut.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkenalkan potensi daerah melalui generasi muda yang kreatif dan berkarakter,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh 20 finalis terbaik hasil seleksi dari berbagai kecamatan. Dari para finalis tersebut akan terpilih Mojang dan Jajaka 2025 yang siap menjadi duta wisata Sukabumi.

“Mereka adalah talenta pilihan yang siap membawa nama baik Sukabumi ke level yang lebih tinggi,” tutupnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi
Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula
447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Bupati Sebut Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi Benteng Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya
Mutiara Indah Palabuhanratu, Kuliner Tepi Pantai dengan Sunset Memukau

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:41 WIB

DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:42 WIB

Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:32 WIB

447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Berita Terbaru