JURNALSUKABUMI.COM – Kuliah Ta’aruf yang diikuti sekitar 100 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Masthuriyah Cisaat Sukabumi bukan sekadar kegiatan seremonial penyambutan.
Selama tiga hari, mulai Jumat (29/8/2025) hingga Minggu (31/8/2025), para mahasiswa ini diarahkan untuk membentuk pola pikir baru, dari gaya berpikir siswa Aliyah/SMA menuju kedewasaan sebagai mahasiswa.
Ketua STAI Al-Masthuriyah, Abu Bakar Sidik, menegaskan bahwa transisi pola pikir ini menjadi tujuan utama kegiatan tersebut.
“Ta’aruf ini untuk mengarahkan para mahasiswa baru. Biasanya kan mereka pola pikir Aliyah, pola pikir SMA, sekarang harus mulai berpikir sebagai mahasiswa,” ungkapnya.
Dengan tema “Membentuk Idealitas Mahasiswa melalui Penanaman Nilai-nilai Al-Masthuriyah di Kampus Pergerakan Umat”, kegiatan ini menjadi sarana internalisasi nilai sekaligus pembekalan awal untuk menghadapi kehidupan kampus.
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Al-Masthuriyah, Ihsan Nurjaman, menyebut Ta’aruf sebagai gerbang masuk menuju proses akademik dan organisasi mahasiswa.
“Ta’aruf adalah pintu awal yang harus dilalui mahasiswa baru untuk mengenal kampus dan dirinya sendiri,” ujarnya.
Tak hanya pengenalan kampus, mahasiswa juga diajak memahami pentingnya kesadaran diri, kemandirian, serta keterlibatan aktif dalam organisasi. Sejumlah organisasi kampus seperti DEMA, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Jurnalistik, dan Komisariat Mahasiswa (KOSMA) dilibatkan sebagai panitia, dengan total 58 orang pengurus.
Ketua Panitia Ta’aruf, Diki Hardiansyah, mengatakan keberagaman unsur kepanitiaan mencerminkan semangat kebersamaan.
“Panitia Ta’aruf melibatkan kurang lebih 58 orang di berbagai keorganisasian kampus,” jelasnya.
Sementara itu, mahasiswa baru, Rifqi Taqiyuddin, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan ini.
“Saya mendapatkan teman baru, pengalaman baru, wawasan baru, dan juga ilmu dari guru-guru yang luar biasa,” katanya.
Reporter: Mahasiswa PPL | Redaktur: Ujang Herlan












