Festival Soekaboemi Tempoe Doeloe 2025, Dispar Apresiasi

Minggu, 22 Juni 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kota Sukabumi kembali diramaikan oleh gelaran budaya penuh makna dalam Pameran dan Festival Soekaboemi Tempoe Doeloe 2025, yang  diselenggarakan pada 21–22 Juni 2025.

Festival tahunan ini digagas oleh Yayasan Dapuran Kipahare bekerja sama dengan Setukpa Lemdiklat Polri, sebagai bentuk upaya pelestarian warisan sejarah dan budaya lokal Sukabumi dalam kemasan yang kreatif dan edukatif. Festival ini menghadirkan beragam kekayaan tempo dulu: mulai dari pameran arsip dan  dokumentasi sejarah, pertunjukan seni tradisi, bazar kuliner klasik, hingga hiburan rakyat yang menggambarkan suasana Sukabumi pada masa lampau. Tak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi lintas generasi, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang diperkenalkan pada ragam pusaka lokal yang selama ini terlupakan atau terpinggirkan dalam arus sejarah utama.

Ketua Pelaksana Festival Soekaboemi Tempoe Doeloe, tujuan utama festival ini adalah menghidupkan kembali jejak-jejak sejarah dan cerita-cerita kecil yang selama ini luput dari perhatian.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi saat menghadiri Pameran dan Festival Soekaboemi Tempoe Doeloe 2025

“Banyak hal yang kita temukan dalam riset komunitas, dari foto-foto lama, naskah kuno, hingga cerita warga yang sangat kaya dan layak diangkat ke publik,” ujarnya.

Dalam festival ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi turut ambil bagian aktif dengan menghadirkan stand pameran yang menampilkan berbagai program promosi wisata daerah. Pengunjung disuguhkan:

• Promosi destinasi wisata unggulan Kabupaten Sukabumi

• Virtual Tour, teknologi tur digital 360° yang memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman menjelajah tempat wisata secara imersif

• Galeri Wisata Tempo Doeloe: pameran foto dan memorabilia wisata masa lalu

• Edukasi Wisata: dari era kolonial hingga perkembangan wisata modern Sukabumi

Kehadiran teknologi digital dan narasi sejarah dalam satu ruang ini disambut antusias oleh para pengunjung. Banyak di antara mereka merasa terpukau dengan pengalaman wisata virtual, yang memberikan sensasi berbeda dan mendalam. Tidak sedikit pula yang mengapresiasi penampilan visual Galeri Wisata Tempo Doeloe yang memantik rasa nostalgia dan kekaguman terhadap perkembangan pariwisata Sukabumi dari masa ke masa.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, turut hadir dalam dalam festival ini dengan menegaskan pentingnya sinergi antara pelestarian budaya dan promosi pariwisata digital. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak penyelenggara, serta menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

“Kami sangat antusias dan mengapresiasi semangat dari komunitas dan panitia. Ini adalah bentuk nyata dari pelestarian warisan budaya yang hidup dan menyentuh semua kalangan, kegiatan seperti Soekaboemi Tempoe Doeloe salah satu menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pendidikan sejarah, pelestarian budaya, dan promosi wisata secara berkelanjutan.” ujarnya.

Para pengunjung yang hadir berharap agar upaya promosi digital yang dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi dapat terus ditingkatkan, tidak hanya pada event besar, tetapi juga dalam kegiatan keseharian promosi wisata lokal.

Dinas Pariwisata sendiri juga menyampaikan dukungan penuh kepada penyelenggara festival, dengan harapan kolaborasi ini bisa berkembang menjadi ruang sinergi yang lebih besar antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam memajukan budaya dan pariwisata Sukabumi. (Adv*).

Berita Terkait

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi
Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula
447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Bupati Sebut Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi Benteng Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya
Mutiara Indah Palabuhanratu, Kuliner Tepi Pantai dengan Sunset Memukau

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:41 WIB

DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:42 WIB

Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:32 WIB

447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Berita Terbaru