JURNALSUKABUMI.COM – Belum lama ini gelaran Hari Nelayan Ujunggenteng ke-59 berlangsung meriah, dan mendapat apresiasi serta antusias dari berbagai elemen. Apresiasi ini juga disampaikan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, melalui Kepala Bidang Pemasaran, Luki Mufti, menyampaikan bahwa perayaan tahunan tersebut tidak hanya mencerminkan kuatnya budaya masyarakat pesisir, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata.
“Perikanan dan pariwisata memiliki keterkaitan yang erat dan saling menguntungkan, khususnya dalam pengembangan wisata bahari berbasis perikanan,” ujar Luki, dalam keterangannya, Jumat (13/06/2025).
Menurut Luki, sektor perikanan dapat menjadi daya tarik utama dalam pengembangan destinasi wisata bahari. Beberapa bentuk wisata yang potensial meliputi wisata mancing (sport fishing), wisata kuliner hasil laut, pengalaman melaut bersama nelayan (fishing tour), hingga wisata edukatif di lokasi budidaya ikan seperti tambak dan keramba jaring apung.
“Restoran yang menyajikan ikan segar hasil tangkapan lokal juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, apalagi jika dikemas dengan konsep yang khas dan otentik,” jelasnya.
Luki juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya masyarakat nelayan yang menjadi bagian dari kekayaan lokal. Tradisi Hari Nelayan Ujunggenteng yang telah berlangsung selama 59 tahun menjadi bukti nyata bahwa budaya pesisir masih hidup dan lestari.
“Tradisi ini bukan hanya bentuk syukur atas hasil laut, tetapi juga menjadi atraksi budaya yang unik dan menarik untuk disaksikan. Ini bisa menjadi magnet kuat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” tuturnya.
“Dengan dukungan berbagai pihak, kami dari Dinas Pariwisata berharap tradisi Hari Nelayan Ujung Genteng terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari promosi pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi,” tambahnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












