Dispar Sebut Kunjungan Wisatawan ke Sukabumi Meningkat hingga 26%

Kamis, 22 Mei 2025 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi menyebut kunjungan wisatawan ke Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp) naik cukup signifikan.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dispar Kabupaten Sukabumi, Luki Mufti, menjelaskan bahwa selama libur Lebaran 2025 lalu, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sukabumi justru mengalami peningkatan.

“Libur Lebaran kemarin cukup ramai. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya titik kemacetan di sejumlah jalur menuju kawasan wisata Kabupaten Sukabumi atau CPUGGP,” ungkap Luki, belum lama ini, dikutip Kamis (22/05/2025).

Luki Mufti menyebut, berdasarkan data dari personel Dinas Pariwisata dan unsur terkait lainnya, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sukabumi meningkat sekitar 26%  dibanding tahun sebelumnya. Begitu pula dengan tingkat hunian kamar hotel dan penginapan yang naik sekitar 24%.

Sementara mengenai kebijakan larangan study tour yang diberlakukan Gubernur Jabar, Luki menilai kebijakan itu masih belum terlalu berdampak pada pariwisata di Kabupaten Sukabumi, sebab selama libur Lebaran, wisatawan yang datang mayoritas adalah keluarga dan rombongan teman, bukan pelajar yang datang dalam rangka study tour.

“Kebijakan ini lebih ditujukan untuk menguatkan pendidikan berkarakter. Karena sejatinya study tour adalah perjalanan pendidikan,” jelasnya.

“Namun ya dalam praktiknya, banyak yang lebih mengarah ke kegiatan wisata semata, bahkan seringkali memberatkan orang tua siswa,” sambung dia.

Untuk itu Luki mengapresiasi langkah gubernur yang dinilai bijak, mengingat masih adanya kasus orang tua siswa yang terpaksa menjual barang demi membiayai anaknya ikut study tour. Selain itu, siswa yang tak mampu ikut kerap merasa minder atau terkucilkan.

“Jika pun ingin tetap melaksanakan study tour, seharusnya biayanya tidak memberatkan dan bisa dilakukan di lokasi yang dekat saja,” tambahnya.

Meski muncul kekhawatiran bahwa wisatawan dari luar daerah enggan datang ke Jawa Barat akibat larangan tersebut, Luki memastikan sejauh ini belum terlihat pengaruh yang signifikan di Kabupaten Sukabumi.

“Justru saat Lebaran kemarin, angka kunjungan terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa Sukabumi tetap menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah,” tutupnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi
Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula
447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Bupati Sebut Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi Benteng Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya
Mutiara Indah Palabuhanratu, Kuliner Tepi Pantai dengan Sunset Memukau

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:41 WIB

DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:42 WIB

Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:32 WIB

447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Berita Terbaru