Lewat Produksi Film ‘Senja yang Hilang’, DP3A Sukabumi Upaya Cegah TPPO

Rabu, 7 Mei 2025 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan Yayasan Rusaida Production House dan Rumah Sahabat Ibu dan Anak siap memproduksi film layar lebar berjudul ‘Senja yang Hilang’, dalam upaya meminimalisir kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Film ini diangkat dari kisah nyata korban TPPO dan dirancang sebagai media informasi, edukasi, serta penggerak kesadaran masyarakat untuk mencegah dan mengakhiri praktik perdagangan manusia.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, H. Eki Radiana Rizki menjelaskan, bahwa film dipilih sebagai alternatif strategi sosialisasi yang efektif di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

“Film dapat membantu menggambarkan realitas perdagangan manusia, menyebarkan informasi tentang risiko dan dampaknya, serta menginspirasi perubahan nyata di masyarakat,” kata Eki, dalam keterangannya Rabu (07/05/2025).

DP3A pun mengajak warga Kabupaten Sukabumi untuk ikut berpartisipasi dalam proses produksi film tersebut. Warga yang berminat menjadi pemeran dapat mengikuti sesi casting yang digelar pada Minggu, 4 Mei 2025, pukul 09.00 WIB-selesai, bertempat di Kantor DP3A Kabupaten Sukabumi.

Sementara, untuk wilayah selatan, casting akan dilaksanakan pada 10 dan 11 Mei 2025, pukul 09.00 WIB, di Gedung Geopark Information Centre (GIC) Citepus, Palabuhanratu.

“Kami dari pemerintah daerah sangat antusias menerima tawaran kerja sama ini. Di satu sisi, kita tidak memiliki dana cukup untuk melakukan sosialisasi secara menyeluruh. Oleh karena itu, film ini kami nilai sebagai media pembelajaran yang kuat, khususnya bagi masyarakat di wilayah-wilayah rawan,” jelasnya.

Ia juga mengajak semua elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk turut mendukung dan terlibat dalam proses produksi hingga penyebarluasan film tersebut.

“Film ini bukan hanya hiburan, tapi juga alat edukasi penting bagi warga Sukabumi untuk memahami dan mengenali bahaya perdagangan orang,” ungkapnya.

Kami harap semua pihak mendukung penuh produksi film ini agar pesan yang ingin kami sampaikan bisa menjangkau sebanyak mungkin masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah
RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi
Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi
Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi
Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas
Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit
Dua Institusi Bersinergi, Kapolres Sukabumi Kota Sambangi Makodim 0607
Siapa Sangka! Bangunan yang Tampak Kumuh Ini Ternyata Dapur MBG, Warga Mengaku Terkejut

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:42 WIB

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:15 WIB

RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:52 WIB

Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:38 WIB

Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:05 WIB

Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas

Berita Terbaru