JURNALSUKABUMI.COM – Dokter Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr. Nurul Aida Fathia, mengungkapkan penyebab kematian seorang petani bernama Otib (60).
Sebelumnya korban diduga tewas akibat peluru nyasar saat berada di gubuk kawasan lahan Perhutani Cisujen Blok 10, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.
Korban yang merupakan warga Kampung Cipancur, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi ini, telah menjalani proses autopsi di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi setelah sebelumnya sempat dirawat di RSUD Jampangkulon.
“Korban dibawa dari RSUD Jampangkulon dan dirujuk ke sini (RSUD R Syamsudin SH) untuk dilakukan pemeriksaan autopsi,” ujar dr. Nurul di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Kamis (24/04/2025).
Proses autopsi dimulai sekitar pukul 12.30 WIB dan selesai pada pukul 17.00 WIB. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka terbuka cukup besar di area punggung korban.
“Luka tersebut berukuran sekitar 18 sentimeter dengan kedalaman mencapai rongga tubuh dan mengenai organ dalam, termasuk paru-paru,” jelasnya.
“Karakteristik luka menunjukkan akibat dari kekerasan tumpul, bukan luka akibat benda tajam,” sambung dia.
Luka itu menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan menimbulkan pendarahan hebat, yang menjadi penyebab kematian korban. Selain itu, beberapa organ dalam tampak pucat, menandakan adanya kehilangan darah yang signifikan.
“Luka hanya ditemukan di bagian punggung, tidak ada luka lain di bagian tubuh korban. Lukanya berada di tengah punggung dan melewati garis tengah tubuh,“ ungkapnya.
Dia menuturkan, diperkirakan, korban telah meninggal sekitar 12 jam sebelum pemeriksaan dilakukan tim forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.
“Saat dilakukan pemeriksaan, kami tidak menemukan benda apapun pada jasad korban. Kalau dilihat dari karakteristiknya, itu akibat kekerasan tumpul, jadi bukan akibat benda tajam,” pungkasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












