Penjelasan Dokter Forensik Soal Kasus  Peluru Nyasar Tewaskan Petani di Sukabumi

Kamis, 24 April 2025 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dokter Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr. Nurul Aida Fathia, mengungkapkan penyebab kematian seorang petani bernama Otib (60).

Sebelumnya korban diduga tewas akibat peluru nyasar saat berada di gubuk kawasan lahan Perhutani Cisujen Blok 10, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.

Korban yang merupakan warga Kampung Cipancur, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi ini, telah menjalani proses autopsi di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi setelah sebelumnya sempat dirawat di RSUD Jampangkulon.

“Korban dibawa dari RSUD Jampangkulon dan dirujuk ke sini (RSUD R Syamsudin SH) untuk dilakukan pemeriksaan autopsi,” ujar dr. Nurul di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Kamis (24/04/2025).

Proses autopsi dimulai sekitar pukul 12.30 WIB dan selesai pada pukul 17.00 WIB. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka terbuka cukup besar di area punggung korban.

“Luka tersebut berukuran sekitar 18 sentimeter dengan kedalaman mencapai rongga tubuh dan mengenai organ dalam, termasuk paru-paru,” jelasnya.

“Karakteristik luka menunjukkan akibat dari kekerasan tumpul, bukan luka akibat benda tajam,” sambung dia.

Luka itu menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan menimbulkan pendarahan hebat, yang menjadi penyebab kematian korban. Selain itu, beberapa organ dalam tampak pucat, menandakan adanya kehilangan darah yang signifikan.

“Luka hanya ditemukan di bagian punggung, tidak ada luka lain di bagian tubuh korban. Lukanya berada di tengah punggung dan melewati garis tengah tubuh,“ ungkapnya.

Dia menuturkan, diperkirakan, korban telah meninggal sekitar 12 jam sebelum pemeriksaan dilakukan tim forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

“Saat dilakukan pemeriksaan, kami tidak menemukan benda apapun pada jasad korban. Kalau dilihat dari karakteristiknya, itu akibat kekerasan tumpul, jadi bukan akibat benda tajam,” pungkasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Jalan Kampung Bojongkopi Longsor Empat Tahun Lalu, Warga Keluhkan Belum Ada Perbaikan
Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak
Sejumlah Indomaret di Sukabumi Mendadak Tutup, Warga Bingung Ada Apa?
Kepergok di Vila Kosong, Terduga Pencuri Nyaris Diamuk Massa di Parungkuda
Tragis! Laka di Parungkuda Akibatkan Sopir Truk Terjepit 
Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu
Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu
Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:01 WIB

Jalan Kampung Bojongkopi Longsor Empat Tahun Lalu, Warga Keluhkan Belum Ada Perbaikan

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:00 WIB

Sejumlah Indomaret di Sukabumi Mendadak Tutup, Warga Bingung Ada Apa?

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:45 WIB

Kepergok di Vila Kosong, Terduga Pencuri Nyaris Diamuk Massa di Parungkuda

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:27 WIB

Tragis! Laka di Parungkuda Akibatkan Sopir Truk Terjepit 

Senin, 25 Mei 2026 - 10:53 WIB

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu

Berita Terbaru