Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Muraz: Rakyat Tambah Enggak Percaya Pemerintah

Minggu, 17 Mei 2020 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Keputusan Pemerintah untuk kembali menaikan tarif iuran BPJS Kesehatan jadi sorotan banyak pihak. Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat asal Sukabumi, Mohammad Muraz, pun menyampaikan tanggapannya.

Muraz menilai pemerintah sebaiknya mendengar usulan banyak pihak untuk meninjau ulang Peraturan Presiden (Perpres) 64 Tahun 2020. Seperti diketahui, perpres ini jadi landasan hukum pemerintah saat kembali menaikan iuran BPJS Kesehatan.

“Keputusan pemerintah menaikan kembali iuran BPJS Kesehatan ini dibuat di waktu yang sangat tidak tepat,” kata Muraz dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com, Minggu (17/5/2020).

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan di tengah Pandemi Covid-19 saat ini cukup menyengsarakan masyarakat. Bagaimana mungkin masyarakat dipaksa harus membayar BPJS Kesehatan, padahal banyak kehilangan pekerjaan dan kesulitan mendapat sembako.

Lagi pula, tambah Muraz, masyarakat tahu bahwa Mahkamah Agung sudah menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebelumnya. “Sebesar apapun kenaikan iuran, saya yakin BPJS juga tidak punya kemampuan untuk menagihnya. Akhirnya akan kembali ke Pemerintah/APBN,” tuturnya.

“Perpres hanya akan menambah ketidaktaatan dan ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah. Saya yakin tidak ada orang waras yang akan ngaku sakit dan minta diobati,” tambah Muraz.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan melalui Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Perpres No. 64 Tahun 2020 Presiden kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang akan mulai berlaku pada Juli 2020 nanti.

Reporter : Riki Rahardian | Redaktur: FK Robby

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru