JURNALSUKABUMI.COM – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang pelaksanaan study tour keluar daerah menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan dan pariwisata.
Namun, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi melihat kebijakan ini sebagai peluang besar untuk semakin mengembangkan destinasi wisata lokal.
Sekretaris Dispar Kabupaten Sukabumi, Havidz Fauzi As Syidiq, menyatakan bahwa kebijakan ini harus dipatuhi, tetapi juga bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik pariwisata Sukabumi.
“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita. Jika study tour ke luar kota dilarang, maka kita harus berinovasi dalam mengembangkan destinasi wisata lokal agar tetap menarik bagi pelajar dan masyarakat,” ujar Havidz belum lama ini.
Menurutnya, kebijakan ini seharusnya dibarengi dengan upaya konkret dalam mengoptimalkan potensi wisata lokal. Salah satunya adalah dengan meningkatkan fasilitas, keamanan, dan daya tarik wisata agar lebih menarik bagi wisatawan, khususnya pelajar yang selama ini lebih memilih study tour ke luar daerah.
“Selain sebagai amanat gubernur yang harus ditaati, larangan ini juga bisa menjadi momentum untuk mendorong sektor pariwisata Sukabumi agar lebih berkembang dan diminati oleh wisatawan lokal,” tambahnya.
Sejumlah destinasi wisata di Sukabumi yang potensial untuk dijadikan tujuan study tour antara lain Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, Situ Gunung Suspension Bridge, Pantai Pangumbahan. Curug Sawer, dan Museum Kipahare.
Lebih lanjut, Havidz menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha wisata, serta masyarakat dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih kuat.
“Kami berharap ada dukungan penuh dalam pengembangan destinasi wisata lokal. Dengan strategi yang tepat, bukan tidak mungkin Sukabumi bisa menjadi tujuan utama wisata dalam provinsi,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












