Bencana di Palabuhanratu: 400 KK Jadi Korban, Rumah Hanyut dan Tebing Ambruk

Kamis, 5 Desember 2024 - 13:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bencana banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menyisakan duka mendalam dan kerusakan parah. Ratusan keluarga terdampak, dengan banyak rumah rusak hingga hanyut terbawa arus.

Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat hujan deras sejak Selasa (3/12/2024). Luapan sungai yang melintasi wilayah ini serta tanah longsor di berbagai titik memicu kondisi darurat.

“Di Kelurahan Palabuhanratu saja, ada sekitar 400 KK yang terdampak banjir. Empat rumah hanyut terbawa arus, delapan rumah rusak berat, dan beberapa lainnya rusak ringan. Total kerusakan masih dalam pendataan,” kata Deni, Kamis (5/12/2024).

Di Desa Citepus, kerusakan parah terjadi akibat tergerusnya Tebing Penahan Tanah (TPT) di Sungai Cigangsa. Sepanjang 200 meter TPT tersebut ambruk, menyebabkan kerusakan berat pada tujuh rumah warga. Penduduk terdampak telah dievakuasi untuk mencegah korban jiwa.

Longsor juga melanda Desa Buniwangi, dengan dua rumah warga di Kampung Cikuda dan Kampung Nugraha ambruk. Selain itu, longsor di Kampung Cisarakan serta kerusakan gorong-gorong di Kampung Cimapag menambah daftar panjang kerusakan di wilayah ini.

“Kami masih melakukan pendataan. Kerusakan signifikan terjadi, dan beberapa warga terpaksa mengungsi karena ancaman longsor susulan,” lanjut Deni.

Desa Jayanti mengalami banjir hingga ketinggian 2,5 meter. Pondok Pesantren Istabroq di Kampung Cisoka menjadi salah satu lokasi terdampak, dengan 50 orang, termasuk santri, harus mengungsi. Selain itu, banjir menghancurkan kolam ikan, pabrik tahu, dan fasilitas lainnya.

Di Desa Citarik, longsor di Kampung Babakan Peundeuy menyebabkan dua rumah roboh, sementara beberapa rumah lainnya terancam oleh luapan Sungai Citarik-Cimandiri.

Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu bersama BPBD telah melakukan langkah darurat untuk menangani situasi. Proses evakuasi dan distribusi logistik sedang berjalan.

“Bantuan yang mendesak saat ini meliputi bahan makanan, material bangunan, dan perlengkapan darurat lainnya,” jelas Deni.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan banjir dan longsor susulan.

“Wilayah ini memang rawan banjir, terutama saat intensitas hujan tinggi. Kejadian seperti ini bisa berulang, jadi masyarakat perlu lebih waspada, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai atau tebing rawan longsor,” tutupnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir
Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk
Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas
Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan Kebisingan 
Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk

Berita Terbaru