JURNALSUKABUMI.COM – Proyek galian kabel fiber optik milik Telkom Indonesia yang tengah berlangsung di sepanjang Jalan Palabuhanratu hingga Cisolok, Kabupaten Sukabumi, menuai keluhan warga dan pengguna jalan.
Pasalnya, proyek yang dilaksanakan oleh PT Silkar National ini dianggap mengabaikan sejumlah aspek keselamatan kerja dan menyebabkan gangguan pada lalu lintas di kawasan tersebut.
Beberapa warga yang melintas mengeluhkan bahwa marka jalan sering tertutup oleh tanah bekas galian, sehingga membahayakan pengendara, terutama pada malam hari. Tanah yang mengotori jalan membuat kendaraan sulit untuk melihat batas jalan yang seharusnya. Hal ini semakin parah dengan tidak adanya penanda atau rambu peringatan yang jelas di sekitar lokasi proyek.
“Marka jalan yang tertutup tanah bekas galian membuat kami sulit untuk mengetahui batas jalan, terutama saat malam hari. Ini sangat berbahaya,” ungkap Asep Rahmat salah satu pengendara, Jumat (16/8/2024).
Tak hanya soal penutupan marka jalan, pelaksanaan proyek ini juga diduga kuat mengabaikan keselamatan kerja para pekerja. Berdasarkan pengamatan di lapangan, para pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Padahal, penggunaan APD seperti helm pengaman, sepatu safety, dan rompi keselamatan merupakan standar yang wajib dipenuhi dalam proyek sejenis.
“Jika hak para pekerja terkait APD ini tidak terpenuhi, hal itu berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,” ujarnya.
Selain itu, sebagai proyek milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), galian kabel fiber optik ini seharusnya mematuhi standar dan prosedur internal yang ketat. Termasuk dalam hal ini adalah perizinan, pengawasan, serta tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar. Namun, beberapa warga mengeluhkan minimnya informasi dan komunikasi dari pihak pelaksana proyek terkait dampak yang mungkin timbul dari pekerjaan ini.
“Kami berharap ada sosialisasi atau pemberitahuan yang jelas dari pihak proyek,2 sehingga masyarakat bisa lebih waspada dan tidak terganggu,” tambahnya
Upaya konfirmasi kepada pihak Telkom Cabang Palabuhanratu pun tidak membuahkan hasil, salah seorang petugas belum bersedia memberikan tanggapan.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












