Viral, Jelang PSBB Ratusan Warga Berburu Pusat Pembelanjaan di Kota Sukabumi

Minggu, 3 Mei 2020 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ramai di jagat media sosial Kota Sukabumi ratusan masyarakat memadati pusat perbelanjaan, jelang Pelakasanaan Pembahasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Sukabumi, diketahui kejadian itu terjadi di pusat pembelanjaan busana yang berada di Jalan Ciwangi, Kecamatan Cikole, pada Minggu (03/05/20).

Lebih mengkhawatirkan, ratusan masyarakat yang memburu berbagai macam busana itu sama sekali tidak memperhatikan sosial distancing. Apa yang telah di anjurkan pemerintah.

Postingan itu diunggah oleh akun Facebook yang bernama Qhorie Malla, postingan itu sontak menjadi perbincangan warganet.

Baru beberapa menit diunggah langsung dibanjiri ratusan komentar, tak sedikit warganet yang menyayangkan kejadian itu. Pasalnya banyak masyarakat yang tidak mematuhi anjuran dari pemerintah. Seperti, social distancing dan psycal distancing.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi Perdagangan Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Sukabumi, Didin Syafrudin, menyayangkan dengan kejadia itu. Terlebih di tengah ancaman penyebaran virus Corona ini.

“Memang jauh-jauh hari kami sudah himbau kepada semua pihak, terutama tempat-tempat pembelanjaan agar menerapkan SOP kesehatan, termasuk kepada masyarakat yang akan datang ke pusat perbelanjaan, toko dan lainnya harus menjaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya

Lanjut Didin, adapun terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bagi para pemilik toko, supermarket, minimarket dan lainnyamasih didiskusikan dengan pimpinan daerah. Namun ada juga yang memiliki syarat tertentu untuk masih tetap berjualan.

“Untuk kebijakan secara khusus kami menunggu arahan dari pimpinan daerah, namun jika mengacu kepada regulasi supermarket, minimarket, pasar, toko atau tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis, kebutuhan pangan, barang kebutuhan pokok, barang penting, bahan bakar minyak, gas, dan energi bisa beroperasi dengan syarat tertentu,” imbunya.

Selian itu pihaknya pun meberikan himbauan agar di pusat pembelanjaan, tidak menimbulkan banyak orang seperti hal nya kejadian tadi, dan Didin meminta kepada pelaku usaha tetap menjaga masyarakat agar tidak berkerumun.

“Hal itu guna memutuskan penyebaran covid-19 di Kota Sukabumi. Himbauan dari kami, warga tetap mematuhi anjuran pemerintah, termasuk para pemilik toko, supermarket, minimarket dan lainnya,” tandasnya.

Reporter: Riki Rahardian
Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan
Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug
Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil
Sukabumi Menggugat! Massa Desak Ayep Zaki Mundur dari Kursi Wali Kota
Diberi Tenggat 30 Hari, Massa Aksi 2.6.26 Layangkan Gugatan untuk Ayep Zaki
Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:44 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:23 WIB

Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:38 WIB

Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil

Berita Terbaru