JURNALSUKABUMI.COM – Ramai di jagat media sosial Kota Sukabumi ratusan masyarakat memadati pusat perbelanjaan, jelang Pelakasanaan Pembahasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Sukabumi, diketahui kejadian itu terjadi di pusat pembelanjaan busana yang berada di Jalan Ciwangi, Kecamatan Cikole, pada Minggu (03/05/20).
Lebih mengkhawatirkan, ratusan masyarakat yang memburu berbagai macam busana itu sama sekali tidak memperhatikan sosial distancing. Apa yang telah di anjurkan pemerintah.
Postingan itu diunggah oleh akun Facebook yang bernama Qhorie Malla, postingan itu sontak menjadi perbincangan warganet.
Baru beberapa menit diunggah langsung dibanjiri ratusan komentar, tak sedikit warganet yang menyayangkan kejadian itu. Pasalnya banyak masyarakat yang tidak mematuhi anjuran dari pemerintah. Seperti, social distancing dan psycal distancing.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi Perdagangan Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Sukabumi, Didin Syafrudin, menyayangkan dengan kejadia itu. Terlebih di tengah ancaman penyebaran virus Corona ini.
“Memang jauh-jauh hari kami sudah himbau kepada semua pihak, terutama tempat-tempat pembelanjaan agar menerapkan SOP kesehatan, termasuk kepada masyarakat yang akan datang ke pusat perbelanjaan, toko dan lainnya harus menjaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya
Lanjut Didin, adapun terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bagi para pemilik toko, supermarket, minimarket dan lainnyamasih didiskusikan dengan pimpinan daerah. Namun ada juga yang memiliki syarat tertentu untuk masih tetap berjualan.
“Untuk kebijakan secara khusus kami menunggu arahan dari pimpinan daerah, namun jika mengacu kepada regulasi supermarket, minimarket, pasar, toko atau tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis, kebutuhan pangan, barang kebutuhan pokok, barang penting, bahan bakar minyak, gas, dan energi bisa beroperasi dengan syarat tertentu,” imbunya.
Selian itu pihaknya pun meberikan himbauan agar di pusat pembelanjaan, tidak menimbulkan banyak orang seperti hal nya kejadian tadi, dan Didin meminta kepada pelaku usaha tetap menjaga masyarakat agar tidak berkerumun.
“Hal itu guna memutuskan penyebaran covid-19 di Kota Sukabumi. Himbauan dari kami, warga tetap mematuhi anjuran pemerintah, termasuk para pemilik toko, supermarket, minimarket dan lainnya,” tandasnya.
Reporter: Riki Rahardian
Redaktur: FK Robbi












