JURNALSUKABUMI.COM – Ribuan santri di Pondok Pesantren Sunanulhuda di Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi turut serta memperingati upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2023.
Setiap tanggal 22 Oktober ini, salah satu ponpes terbaik di Sukabumi ini tak pernah absen dan selalu melaksanakan kegiatan untuk menghormati peran penting santri dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan dan budaya Indonesia.
Dengan mengambil tema “HSN Jihad Santri Jayakan Negeri” Yayasan ponpes yang resmi didirikan oleh KH. Mama Uci Sanusi tahun 1936 dan dilanjutkan oleh Buya KH. Dadun Sanusi, selanjutnya Buya KH. E.Sholahuddin Alayubi ini mengklaim HSN bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga kesempatan untuk merenungkan motivasi kuat di balik peningkatan kapasitas santri dan pesantren di seluruh tanah air.

“Santri, yang merupakan siswa pesantren, telah lama menjadi pilar dalam melestarikan agama Islam dan budaya Indonesia. Mereka tidak hanya belajar teks-teks suci, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai toleransi, kebaikan, dan cinta kasih yang diwariskan oleh agama mereka. HSN adalah saat yang tepat untuk merenungkan apa yang mendorong santri dan pesantren untuk terus meningkatkan kapasitas mereka,” ujar Pengurus Ponpes Sunanulhuda, Iyan Mahfudz kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (22/10/2023).
Di hadadapan kurang lebih 1.150 santrinya, ia menuturkan, motivasi utama adalah semangat keagamaan. Santri merasa kewajiban untuk memperdalam pemahaman agama dan berkontribusi dalam menyebarkan ajaran Islam yang damai. “Mereka merasa bahwa dengan memperoleh pengetahuan agama yang lebih mendalam, mereka dapat menjadi agen perdamaian dan pemersatu dalam masyarakat,” terangnya dalam upacara HSN.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam, memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak generasi yang berkualitas. Motivasi untuk peningkatan kapasitas pesantren terutama berasal dari dorongan untuk menghasilkan lulusan yang cerdas, berakhlak, dan siap berkontribusi dalam berbagai aspek masyarakat.
“HSN juga merupakan waktu untuk merenungkan dedikasi guru dan pengelola pesantren. Mereka yang bekerja keras untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada santri memiliki motivasi kuat untuk membentuk generasi yang tangguh dan berintegritas. Kesadaran akan peran penting mereka dalam proses pendidikan menjadi sumber motivasi yang besar,” pesan Kang Iyan, sapaan akrabnya.
Pemerintah Indonesia juga telah berperan dalam memberikan motivasi untuk peningkatan kapasitas santri dan pesantren. Program-program pendidikan agama yang lebih terstruktur dan berkelanjutan telah diberikan untuk memajukan pendidikan agama di pesantren.
“HSN mengingatkan kita semua tentang pentingnya menghormati dan mendukung santri serta pesantren. Semangat mereka dalam meningkatkan kapasitas dan melestarikan nilai-nilai budaya dan agama merupakan kekuatan utama yang memperkaya Indonesia. Selamat Hari Santri Nasional!,” tandasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












