JURNALSUKABUMI.COM – Kawasan kumuh di Wilayah Kota Sukabumi, selama kepemimpinan Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mengalami penurunan yang cukup signifikan. Empat tahun lalu kawasan kumuh seluas 139 hektare. Saat ini hanya tersisa lima hektare, itu pun termasuk kategori ringan.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Infrastruktur dan kewilayahan pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, Senin (19/6/23).
“Kami memprioritaskan pengentasan kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni (Rutilahu) secara bertahap,” kata Frendy.
Wilayah yang masuk kategori kawasan kumuh itu kata dia, tersebar di beberapa kelurahan. Saat ini tinggal hanya lima hektare lagi. Kendati demikian, kawasan-kawasan tersebut kategori kumuh ringan, bukan kategori kumuh berat.
“Kita sudah lakukan penanganan melalui berbagai kegiatan dan juga program pendanaan yang dialokasikan ke setiap kelurahan,” ujarnya.
Tahun ini tambahnya, tengah menggulirkan program kumuh, melalui dana kelurahan sebesar Rp50 juta rupiah per kelurahan, serta P2RW RT25 juta. Tentunya anggaran itu digunakan untuk mengentaskan kawasan kumuh di setiap wilayah,” terangnya.
Lanjut Frendy, yang menjadi fokus Bappeda saat ini tidak hanya pada persoalan pengentasan kawasan kumuh saja, namun termasuk di dalamnya persoalan pembangunan Rutilahu.
“Nah untuk cakupan kawasan kumuh itu kan hanya di lingkungannya saja, seperti kawasan jalanan dan juga saluran air bersih. Sedangkan Rutilahu ini lebih kepada pembangunan rumahnya. Artinya penanganan kawasan kumuh dan Rutilahu ini mesti beriringan,” tandasnya.
Untuk target penanganan di tahun ini, lanjut dia, ada sekitar 150 unit yang akan direnovasi. Sementara yang terdampak bencana pihaknya akan prioritaskan, dengan penanganan khusus.
“Alhamdulillah untuk target capaian setiap tahunnya, biasanya kita melebihi target. Jika ditotal se-Kota Sukabumi ini masih terbilang cukup besar. Dari database PU ada sekitar 700 sampai 900 unit dan itu sudah ditangani, setiap tahunnya kita bisa tangani sekitar 200 hingga 300 unit,” ungkapnya.
Redaktur: Usep Mulyana












