JURNALSUKABUMI.COM – Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi mengkonfirmasi satu orang dinyatakan positif virus corona dan tercatat enam orang Positif Covid-19 hasil rapid tes, sesuai update Senin 6 April 2020.
“Yang masuk dalam kategori Pasien yang terkonfirmasi positif dari hasil TCR yang di ambil pemeriksaan laboratorium (SWAB), atau usapan nasoparing dan aroparing bertambah menjadi dua orang,” kata Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Harum Alrasyid, kepada wartawan, Senin (06/03/20).
Harun tidak menjelaskan secara rinci usia hingga jenis kelamin dan berasal darimana pasien tersebut. Namun kata dia, saat ini pasien masih dalam pengawasan pihak pukesmas, lantaran pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terpapar dari Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berada di Kabupaten Sukabumi.
“Kemudian yang positif swab dalam pengawasan pukesmas karena pasien tersebut, terpapar virus nya dari Orang Tanpa Gejala,” katanya.
Kabar baiknya, lanjut Harun, 1 dari 2 oranb pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, sudah menunjukan kondisi membaik. Sehingga, pasien bisa segera di pulangkan.
“Dari 2 orang ini, yang satu sudah dalam perawatan, dan kemungkinan besar, yang kemarin terkonfirmasi positif sudah bisa dipulangkan,” imbuhnya.
Sementara Harun menjelaskan, dari 2139 warga Kabupaten Sukabumi yang menjalani Rapid test 6 diantaranya terkonfirmasi positif Covid-19, sementara 280 orang lainnya masih dalam pemeriksaan.
“ini menggambarkan bahwa Rapid Test ini akan sangat menentukan dalam scrining awal dari penyebaran covid-19. Sehingga, akan mempermudah kita mengambil tindakan dan melakukan pemantauan dan pengawasan dari OTG dan ODP,” ujar dia.
Harun menegaskan, saat ini rata – rata orang yang terpapar virus Covid-19 tersebut dari Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sudah melakukan perjalanan dari Kota terjangkit atau Zona merah,
Sementara di Kabupaten Sukabumi saat ini tercatat 8791 OTG. Untuk itu, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan Rapid Test di 58 Pukesmas yang tersebar di Kabupaten Sukabumi.
“Ternyata hasil yang kita dapat dari rapid test, bahwa yang positif itu dari Orang Tanpa Gejala (OTG), yang sudah melakukan perjalanan dari luar kota atau zona merah. berarti pendatang karena rata raya positif datang dari Jakarta bekasi dan bogor,” tandasnya.
Reporter: Riki Rahardian
Redaktur: FK Robbi












