Dukung Program Goes to Japan, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Imbau Selektif Memilih Lembaga Pelatihan

Senin, 20 Maret 2023 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi turut mendukung program Goes to Japan yang diusung Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM), dan Disdik Kabupaten Sukabumi bulan lalu.

Pengantar Kerja Ahli Muda Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, R. Elly Widianingsih menyampaikan, pihaknya menyambut baik untuk program penempatan tenaga kerja ke luar Negeri.

“Karena saat ini industri di Kabupaten Sukabumi sedang goyah dikarenakan menurunnya ekspor ke luar Negeri, khususnya ke negara Eropa yang menyebabkan terjadinya pengurangan karyawan di beberapa industri manufaktur,” kata Elly, Senin (20/03/2023).

Pengantar Kerja Ahli Muda Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, R. Elly Widianingsih.

Kendati demikian, Elly mengimbau untuk tetap selektif dalam memilih lembaga pelatihan kerja ke Jepang. Salah satunya dengan memperhatikan legalitas yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Ketenagakerjaan.

“Kami menyarankan bagi yang ingin bekerja ke luar negeri khusus nya ke negara jepang agar selektif memilih lembaga pelatihan kerja. Lembaga pelatihan kerja dimaksud yaitu lembaga pelatihan kerja yang sudah mempunyai Sending Organization (SO),” ujarnya.

Lebih lanjut, Lembaga Pelatihan Kerja yang sudah mempunyai SO adalah lembaga pelatihan kerja yang sudah mendapatkan izin dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengirimkan langsung tenaga kerja ke Jepang atau yang sudah MoU dengan Lembaga Pelatihan Kerja tersebut.

Sementara terpisah, Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Yulipri mengatakan, dengan adanya program Goes to Japan ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi pengangguran.

“Jika kita lihat dari jumlah pengangguran dari tahun 2022 dari 8,39 juta orang, sebanyak 270 ribu bisa untuk kerja ke luar Negeri. Jadi memang ada kontribusi dalam rangka pengentasan atau mengurangi angka pengangguran di indonesia,” kata Yulipri saat membuka program Sosialisasi Goes to Japan di Gelanggang Olahraga (Gor) Cisaat, Jumat (03/02/2023) lalu.

Bahkan, lanjut dia, sepanjang tahun 2022 kemarin, Indonesia berhasil kembali ke tingkat rata-rata kontribusi dalam Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak 72.624 ribu orang.

“Saat ini, Jepang masih menjadi negara yang masuk dalam kategori pengelola manufaktur tertinggi di dunia di antara negara maju lainnya, khususnya di Asia. Karena itu, peluang untuk bekerja di sana terbuka luas,” tandansya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah
RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi
Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi
Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi
Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas
Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit
Dua Institusi Bersinergi, Kapolres Sukabumi Kota Sambangi Makodim 0607
Siapa Sangka! Bangunan yang Tampak Kumuh Ini Ternyata Dapur MBG, Warga Mengaku Terkejut

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:42 WIB

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:15 WIB

RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:52 WIB

Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:38 WIB

Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:05 WIB

Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas

Berita Terbaru