JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mengajak warga membantu aparat keamanan guna menciptakan Kamtibmas di lingkungan setempat.
Demikian disampaikan Fahmi, saat mengikuti Shalat Jumat keliling di Masjid Jami Al Ikhlas Perum Genting Puri, Kecamatan Cibeureum, Jumat (10/2/2023).
“Saya mengajak warga untuk menjaga suasana ketertiban dan kondusivitas. Karena hal itu, bukan hanya tugas aparat keamanan tapi semua elemen warga,” kata politisi PKS tersebut.
Bahkan dia bersyukur bahwa di 2022, program kegiatan dilakukan Pemda berhasil dilakukan baik fisik dan non fisik.
Lebih jauh dia menjelaskan, keberhasilan itu ditunjukkan dalam bentuk pembagunan fisik seperti penataan wilayah trotoar dan kawasan pusat perdagangan serta penuntasan kawasan kumuh.
Suasana kota tetap kata dia menjadi semakin indah. Belum lagi diperindah dengan percepatan infrastruktur jalan tol Bocimi dan doble trek wajah kota sudah indah.
“Insya Allah tahun ini melanjutkan penataan Jalan Bhayangkara dari Degung sampai rumah makan Bunut akan ditata sehingga akan lebih nyaman,” ujarnya.
Dalam Non fisik yakni kegiatan keagamaan pemkot mengalokasikan anggaran insentif bagi marbot masjid. Agar marbot lebih fokus jaga kebersihan dan keamanan masjid.
Di samping itu insentif bagi guru mengaji, tenaga pendidik keagamaan dan lainnya. Selanjutnya gerakan Magrib mengaji sehingga harapannya anak dekat dengan Alquran.
Kegiatan lain yang terus digalakkan adalah Shalat Subuh keliling, Jumatan keliling dan pengajian ke majelis taklim memotivasi warga melakukan kegiatan keagamaan.
Salah satunya menyampaikan program pemerintah dan ucapan terimakasih kepada RT RW. Sebab pada tahun kemarin ditutup dalam keadaan kota dalam keadaan kondusif karena dukungan semua warga.
Sementara di bidang kesehatan peningkatan prasarana kesehatan dan puskesmas. Selanjutnya kualitas pendidikan dan Sukabumi masuk lima besar di Jabar angka partisipasi pendidikan.
” Mohon doanya kota makin kondusif dan makin indah. Sehingga banyak orang luar datang, maka transaksi ekonomi meningkat dan kesejahteraan makin baik,” kata Fahmi.
Apalagi beberapa waktu mendatang akan memasuki tahun politik dimana terjadi proses pemilihan legislatif dan presiden. Untuk itu sudah saatnya menjaga kondusivitas, di mana berbeda pilihan sesuatu yang wajar dan saling menghormati.
Redaktur: Usep Mulyana












