JURNALSUKABUMI.COM – “Hadapkan wajahmu selalu ke arah matahari, sehingga bayangan akan jatuh di belakangmu.” kutipan sang motivator dunia, Walt Whitman ini masih mengakar hebat di dalam jiwa Aam Abdul Salam.
Ia terbilang sukses dan optimis akan mimpinya berjuang untuk masyarakat kecil hingga digadang-gadang sebagai salah satu sosok pejuang bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
1200 Nomor Induk Berusaha (NIB) milik UMKM di Kabupaten Sukabumi berhasil ia toreh dalam waktu sekejap, setelah ia menyandang tahta Ketua DPC Assosiasi Penguasa Mikro Kecil Menengah Mandiri Indonesia (APMIKIMMDO) Kabupaten Sukabumi 2022.

Lelaki berkacamata kelahiran Garut, 02 Mei 1973 itu menceritakan sekilas kiprahnya di dunia UMKM di Sukabumi. “Ribuan NIB UMKM ini semua kami bantu fasilitasi dan gratis,” ujar Aam saat berbincang hangat di Kantor Redaksi jurnalsukabumi.com, Kamis (05/01/2023).
Ini baru obrolan pembuka, selanjutnya, pria lulusan IAIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2000 ini pun melanjutkan kisahnya dan mengupas alasannya akan kepeduliannya terhadap UMKM.
Berangkat dari keluarga yang sederhana dan terbiasa dengan mengadvokasi masyarakat kecil saat kuliahnya dulu, menjadikan Aam kian kuat akan perjuangannya menggapai wajah yang selalu ke arah matahari, dan berharap bayangan akan jatuh di belakangnya itu pun terwujud.
“Saya hanya anak dari seorang petani biasa yang memiliki impian. Sangat merasakan betul bagaimana masyarakat kecil, sehingga hasil menimba ilmu, wawasan dan memiliki pengalaman lebih, ingin sekali membantu bergerak membela mereka,” kata Aam.
Melalui wadah APMIKIMMDO Kabupaten Sukabumi, Deklarator DPN Barikade 98 ini pun tak pernah lelah dan terus membantu, memfasilitasi, pendampingan para UMKM untuk bisa bersaing di pasar global.
Bahkan, setahun terakhir narasi digitalisasi terhadap pelaku UMKM semakin menggema. Termasuk dalam pidato kenegaraan peringatan Hari Ulang Tahun ke-77 RI, Presiden Joko Widodo menyebut pemerintah mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital, salah satunya berupa digitalisasi UMKM.
“Hal ini yang akan saya dorong untuk UMKM di Kabupaten Sukabumi. Membantu pendampingan legalisasi perizinan baik itu NIB, serifikasi halal hingga sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Puncaknya digitalisasi UMKM,” ulas Aam.
Masih dalam obrolan dengan ditemani dua cangkir kopi ini, Owner UKM Haraqi Siliwangi Enterprise itu mengaku, impian memajukan UMKM di Sukabumi pun sudah merangkak ke dunia BPJS.
“UMKM ini pengusaha, derajatnya sama dan memilik hak sama di bawah UU Cipta Kerja. Sehingga, para UMKM binaan ini sudah difasilitasi juga pendaftaran BPJS,” terang Aam.
Hingga, terlahirlah Rumah Kemasan binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sukabumi di Kampung Mekarjaya, Desa Sinaresmi, Kecamatan Gunungguruh, untuk terus bisa bermanfaat bagi para pelaku UMKM di kabupaten ini.
“NIB, Sertifikasi Halal ini sangat penting. Maka dengan hadirnya Rumah Kemasan kami sangat terbuka lebar bagi para pelaku UMKM yang ingin mengurus itu dan semuanya gratis,” tegas Aam.
“Pesannya, Ayo Gerakan massal, Bela dan Beli UMKM,” tutup Sekjen Komite Pergerakan Pemuda Santri dan Mahasiswa Indonesia (KPPSMI) ini.
Redaktur: Ujang Herlan












