JURNALSUKABUMI.COM – Usai warga sukabumi dikagetkan dengan temuan adanya petugas medis di salah satu rumah sakit menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) berupa jas hujan saat bertugas membantu pasien terindikasi virus covid-19 belum lama ini, padahal duit APBD Sukabumi untuk covid menelan jumlah Rp 7.4 miliar dari total anggaran usulan Rp 12 miliar, menurut Harun Alrasyid Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi saat jumpa pers, Jum’at (20/03/2020)
Harun menyebut soal anggaran covid-19 untuk dua pekan kedepan sudah dipersiapkan fokus ke pencegahan dan penanganan pasien. Sudah digunakan sejak diberlakukannnya siaga corona.
“Kita mengajukan anggaran kisaran Rp 12 miliar kalau dikatakan pandemik, saat ini setelah melalui tahapan untuk 14 hari kedepan baru Rp 7.4 miliar,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Harun.
Dikatakan Harun, masalah anggaran perlu perhitungan yang matang sesuai peraturan keuangaan dan kemampuan daerah.
“Kita selaku pelaksana langsung dilapangan tentu harus mengakomodir seluruh keperluan bagi pemberi layanan khususnya yang dirumah sakit,” kata Harun.
Bahkan bila sudah dinyatakan sudah pandemik secara global maka sebenarnya, anggaran apapun bisa digunakan termasuk untuk menggeser anggaran lain.
“Kita bisa menggeser anggaran lain, jika memang darurat,” katanya.
Ditanya soal adanya petugas medis garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan pasien yang diindikasikan covid-19 menggunakan jas hujan saat bertugas, Harun mengatakan, Alat Perlindungan Diri (APD) sendiri terdiri dari bermacam bentuk. Asal tentunya yang selama ini, apabila itu dianggap mampu melindungi diri dari lendir dan lain-lian.
“Jika tidak membahayakan bagi sipemberi pelayanan dan sudah di nyatakan steril tidak akan jadi masalah,” dalihnya.
Reporter: Hendi
Redaktur: FK Robbi












