Cemari Lingkungan, Warga Keluhkan Pengolahan Emas Gunakan Batu Bara di Cihaur Simpenan 

Selasa, 15 November 2022 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Proyek pengolahan emas yang berada di Kampung Ciarsa RT 03/04, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi disoal warga.

Pasalnya proses pembakaran untuk memisahkan emas dengan mineral lainnya menggunakan bahan baku batu bara yang dinilai dapat membahayakan banyak pihak.

“Kami warga sekitar merasakan dampak dari pengolahan emas yang menggunakan batu bara. Pada saat pembakaran, asap yang timbulkan sangat dirasakan warga sekitar,” ucap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (15/11/22).

Menurutnya, pengolahan emas milik warga negara asing itu merugikan warga sekitar. Ditambah asap yang ditimbulkan akibat pembakaran menurunkan kualitas udara serta pencemaran lingkungan.

“Banyak dampak yang dirasakan oleh warga, bahkan tidak jauh dari lokasi pengolahan banyak ayam yang mati karena asap tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cihaur Anwar menyebut, pengolahan mineral emas yang sudah berjalan beberapa bulan itu memang dikeluhkan warga sekitar. Oleh sebab itu, dirinya mengambil tindakan tegas dengan cara melakukan penutupan.

“Banyak hal-hal yang dikeluhkan warga termasuk kejadian ada beberapa unggas yang mati akibat pencemaran dari pembakaran batubara ketika mengolah mineral emas, dengan kejadian tersebut berdasarkan inisiatif saya dari pemerintah desa menutup kegiatan tersebut,” ucap Anwar.

Penutupan tempat pengolahan tersebut, lanjut Anwar, dilakukan secara permanen. Hal itu ia lakukan agar tidak ada keleluasaan lebih sebelum mereka menempuh perijinan yang diperlukan.

“Untuk ijin memang tidak ada, dan kita juga tidak berani mengeluarkan atau merekomendasikan ijin. Dari Desa tidak ada dan dari dinas pun saya tidak melihatnya. Untuk ijin lingkungan mungkin ada tapi hanya dari pekerja di sana,” paparnya.

Ia memastikan, kejadian pengolahan emas yang berada di Kampung Ciarsa menjadi bahan evaluasi pemerintah desa. Agar kedepannya tidak terulang kembali.

“Mudah-mudahan menjadi bahan evaluasi kedepannya, siapapun yang menarik investor ke Desa Cihaur dengan tidak di dasari oleh safety dan pengamanan tidak sesuai prosedur tidak diperbolehkan berkegiatan di Desa Cihaur,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Ketua Kopri PMII Minta Pemerintah Serius Tangani Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Peringatan Hari OTDA ke-30, Bupati Sukabumi Tekankan Peningkatan Layanan Publik dan Investasi
Ratusan Massa Aksi PMII Kota Sukabumi Geruduk Balai Kota, Sampaikan 11 Tuntutan
Dampak Pembangunan Jalan Gudang di Kota Sukabumi, Sejumlah Toko Sepi dan Omzet Turun
LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin
Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak
Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia
Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 18:50 WIB

Ketua Kopri PMII Minta Pemerintah Serius Tangani Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Senin, 27 April 2026 - 11:10 WIB

Peringatan Hari OTDA ke-30, Bupati Sukabumi Tekankan Peningkatan Layanan Publik dan Investasi

Kamis, 23 April 2026 - 16:24 WIB

Ratusan Massa Aksi PMII Kota Sukabumi Geruduk Balai Kota, Sampaikan 11 Tuntutan

Rabu, 22 April 2026 - 11:06 WIB

Dampak Pembangunan Jalan Gudang di Kota Sukabumi, Sejumlah Toko Sepi dan Omzet Turun

Minggu, 19 April 2026 - 13:05 WIB

LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777