JURNALSUKABUMI.COM – Bencana longsor terjadi di Kampung Mancle RT. 07/02, Desa Bojongasih, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, sekira pukul 02.15 WIB, Minggu (23/10/2022).
Akibatnya akses jalan penghubung tiga desa yakni Desa Bojongasih, Desa Bojonglongok dan Desa Sukakersa itu terpaksa ditutup sementara.
Tak hanya itu, longsor jalan desa dengan panjang 50 meter, tinggi 30 meter dan lebar 5 meter serta retakan tanah 25 centimeter tersebut menutupi saluran air ke lahan pesawahan.

“Dampak utamanya jalan desa ini tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Bahkan, tiga desa sekitar terisolir,” ujar Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parakansalak, Jujun Juaeni kepada jurnalsukabumi.com.
Dampak lainnya, kata dia, air tida mengairi ke lahan pesawahan sekira 60 hektare. Bencana ini terjadi saat hujan deras cukup lama terjadi di wilayah Kecamatan Parakansalak dan sekitarnya.
“Hasil peninjauan di lokasi dan berkoordinasi bersama perangkat Desa Bojongasih, kecamatan, Koramil, Polsek, Satpol PP serta relawan telah melakukan asessment dan memberikan imbauan ke masyarakat untuk tetap waspada,” kata Jujun.
Adapun kebutuhan darurat saat ini, lanjut dia, yakni tanggap darurat dan segera dilakukan pemasangan bronjong. Sementara warga yang biasa melintas akses ini terpaksa harus memilih akses lain.
“Laporan ke BPBD Kabupaten Sukabumi sudah kami tembuskan. Untuk update selanjutnya akan disampaikan secara berkala apabila terdapat laporan tambahan,” tutup Jujun.
Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan mengatakan, curah hujan wilayah Kabupaten Sukabumi sangat tinggi, kejadian bencana terutama tanah longsor terjadi di hampir semua kecamatan.
“Kita sudah menerima laporan dan petugas kita P2BK sudah melakukan assesment awal, sampai sejauh mana tingkat bahaya dan kedaruratannya. BPBD juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, apalagi kalau terjadi hujan dengan curah cukup tinggi dan waktu yang lama,” tandasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












