Curug Luhur Ciambar Suguhkan Pesona Luncuran Air yang Menjulang Tinggi

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 05:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Curug Luhur yang berada Kampung Genteng, Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, menjadi pilihan tepat bagi tujuan wisata keluarga. Keistimewaan Curug Luhur terletak pada luncuran airnya yang menjulang tinggi. Curug tersebut merupakan aliran yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Curug atau air terjun itu menyuguhkan panorama alam yang indah nan sejuk, bahkan menampilkan pesona kucuran air yang begitu tinggi.

Menariknya, dibalik kucuran air dengan  ketinggian 30 meter itu, wisatawan dapat merasakan sensasi duduk dibawah kucuran airnya. Tepat di bawahnya, terdapat bongkahan batu yang terbentang.

Selain itu, wisatawan dapat menikmati sensasi kolam yang begitu luas. Tidak hanya itu, tempat itu memiliki dasar yang begitu aman yakni berupa hamparan pasir sehingga tidak membayangkan untuk berenang.

Curug Luhur ini terbentuk dari Daerah Aliran Sungai Cicatih, yang mengalir dari hulu yang terletak di Gunung Gede dan membentang sampai ke wilayah Kecamatan Ciambar.

Kondisi Curug Luhur masih alami dan terjaga keasliannya. Berada di kaki Gunung Gede Pangrango membuat suasana sejuk nan menyegarkan. Fenomena alamnya begitu terasa memasuki Curug Luhur.

Bagi wisatawan yang ingin ke tempat tersebut cukup mudah, bila dari pusat kota khususnya dari arah Bogor, dapat melalui alternatif Cicurug, kemudian masuk ke jalan Leuwinanggung mengarah ke Kampung Genteng.

Selama perjalanan, anda dapat melihat progres pembangunan tol Bocimi. Sesampainya di titik akses kendaraan roda dua, anda akan di arahkan untuk berjalan kaki memasuki kawasan gunung gede.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove
8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun
Desa Wisata Tegallega Disiapkan Jadi Magnet Baru Pariwisata Sukabumi Selatan
Tantri Kotak Puji Antusias Penonton Geopark Ciletuh, Insiden Pelukan Jadi Pengingat Soal Keamanan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi
Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula
447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:29 WIB

PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove

Senin, 27 Juli 2026 - 18:46 WIB

8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:32 WIB

Desa Wisata Tegallega Disiapkan Jadi Magnet Baru Pariwisata Sukabumi Selatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:56 WIB

Tantri Kotak Puji Antusias Penonton Geopark Ciletuh, Insiden Pelukan Jadi Pengingat Soal Keamanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Berita Terbaru