Dinas Perikanan Monitoring dan Survey Potensi Budidaya Ikan di Sungai Citarik Kabandungan

Sabtu, 30 Juli 2022 - 12:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi melaksanakan monitoring dan pemantauan kualitas air di Pokdakan Cadas Harapan dan survey potensi budidaya ikan di perairan darat Sungai Citarik, tepatnya di Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, Jumat (29/07/2022) kemarin.

Agenda tersebut didampingi juga Kepala Desa Tugubandung, Yudi Guntara. Tujuannya, mencegah dan mengendalikan kualitas lingkungan budidaya melalui manajemen kualitas air dan lingkungan secara periodik dan mengidentifikasi lokasi potensi budidaya ikan di perairan a Sungai Citarik.

Kepala Dinas Perikanan, Nunung Nurhayati menjelaskan, adapun hasil dari agenda tersebut di antaranya, monitoring kualitas air di Pokdakan Cadas Harapan dilakukan terhadap parameter Suhu, PH, O2, Nitrit, Nitrat dan Kesaahan.

Peetugas Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi tengah monitoring dan survey lokasi di Sungai Citarik, Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan.

“Hasil monitoring menunjukan bahwa kualitas air kolam di Pokdakan Cadas Harapan sangat bagus, ke enam parameter yang diuji menunjukan hasil yang baik, berada dalam kisaran normal,” jelasnya dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com, Sabtu (30/07/2022).

Lanjut Nunung, hal tersebut menandakan bahwa kulitas perairan di lokasi tersebut relatif masih belum tercemar. Di Desa Tugubandung sendiri terdapat 3 (tiga) Pokdakan, dengan jumlah kolam air deras 5 unit dan 23 unit kolam air tenang dengan luas total ksekitar 1,1 Ha.

“Adapun komoditas ikan yang dibudidayakan meliputi ; ikan mas, nila, lele, koi, baster, gurame, nilem, grasscarp dan bawal,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Desa Tugubandung terletak di hulu DAS Cimandiri, tepatnya di Sungai Citarik yang memiliki beberapa cabang anak sungai.

“Menurut informasi dari kepala desa kondisi eksisting kolam yang ada di Desa Tugubandung sekitar 230 kolam dengan luas total sekitar 4.9 Ha. Dari hasil survey ke lokasi, di sekitar sungai Citarik terdapat hamparan sawah yang terhampar sekitar 15 Ha, sawah tersebut berpotensi untuk dijadikan sebagai kawasan minapadi atau Ugadi (Udang-Padi). Selain itu  Kepala Desa Tugubandung berencana untuk membangun kolam air  deras di sekitar sungai seluas 1000 m2 dan berencana untuk menjadikan daerah tersebut sebagai wisata ikan/ wisata mina untuk meingkatkan perekonomian masyarakat desanya,” kata Nunung.

Masih lanjut dia, pada perairan Sungai Citarik Kabandungan banyak dijumpai leuwi atau lubuk yang menjadi tempat berlindung berbagai jenis ikan seperti sidat dan soro, sehingga bisa dialokasikan sebagai kawasan konservasi plasma nutfah perairan darat. Terlebih menurut cerita dari masyarakat sekitar bahwa pada jaman dahulu di daerah tersebut terdapat kearifan local dimana terdapat tradisi marak/ memanen ikan di sungai yang dilakukan setahun sekali dengan upacara yang menampilkan seni wayang golek.

Seiring berlalunya waktu, tradisi tersebut sekarang sudah punah dan hanya menjadi dongengan yang diceritakan secara turun temurun. Budaya atau kearifan lokal ini hendaknya digali kembali dan dilestarikan sehingga menjadi atraksi wisata berbasis kerifan budaya lokal.

“Hal yang harus mendapat perhatian di lokasi perairan tersebut  situasi menjelang datangnya musim kemarau dimana pada saat debit air sungai berkurang, terdapat ancaman penangkapan ikan dengan menggunakan setrum atau racun, dan dilaporkan oleh penduduk sekitar bahwa pada saat tersebut bisa berkarung-karung ikan yang didapatkan dari jenis ikan soro dan ikan lain, sehingga hal ini dapat mengancam ketersediaan sumber daya ikan di periaran sungai tersebut. Untuk itu diperlukan pembinaan dan sosialisasi mengenai peraturan perundangan tentang pengawasan sumberdaya perikanan secara lebih intensif,” tandasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat
Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Hergun: Bukti Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kemandirian Bangsa
Dua Pekan MBG Terhenti di Nagrak, 1.300 Siswa dari Tujuh Sekolah Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:19 WIB

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan

Berita Terbaru