Pembangunan Vihara di Tenjolaya untuk Wisata, FKUB Jabar Minta Pihak Yayasan Bikin Pernyataan Tertulis

Rabu, 13 Juli 2022 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Polemik pembangunan vihara/kelenteng Jiu Tian Kung, di Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menemui titik terang. Pihak Yayasan Gema Cita Nusantara diminta membuat pernyataan tertulis untuk menegaskan tujuan pembangunan vihara.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Rafani Akhyar, saat meninjau lokasi pembangunan vihara tersebut.

“FKUB Jabar akan mendorong pihak Yayasan Gema Cita Nusantara untuk membuat penyataan secara tertulis bahwa pembangunan tersebut murni untuk pariwisata dan bukan untuk tempat ibadah,” ujar Rafani, Rabu (13/7/2022).

Rafani meminta publik untuk tidak berprasangka terhadap rencana pembangunan tersebut. Apalagi banyak isu bernada provokatif yang beredar luas di masyarakat.

Dirinya juga menjelaskan jika bangunan tersebut dulunya memang sudah memiliki ornamen tionghoa dan sering dipakai untuk bermeditasi oleh pemiliknya, sebelum dibeli oleh Yayasan Gema Cita Nusantara.

“Pemilik sekarang hanya mempertahankan keaslian bangunan tersebut saja,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Harian Yayasan Gema Cita Nusantara,Hendry Patty, mengaku lega dengan adanya kunjungan dan pengecekan terhadap bangunan tersebut oleh FKUB Jabar, Polda Jabar, Kesbangpol Jabar dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi.

“Kami berterimakasih kepada seluruh intansi pemerintah yang sudah mau jauh-jauh hadir untuk melakukan pengecekan, semoga persoalan pembangunan ini selesai,” ungkapnya.

Hendry menambahkan, jika pihak Yayasan akan membuat surat pernyataan terkait pembangun tersebut dan akan mengurus semua perizinan yang mesti ditempuh untuk kepentingan pariwisata.

“Kita akan tempuh semua izin yang diperlukan untuk pembangunan wisata dan kami akan membuat surat pernyataan yang direkomendasikan oleh FKUB Jabar,” tandasnya.

Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit
Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!
Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan
Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis
Bikin Resah, Monyet Mulai Turun ke Pemukiman Warga di Parakansalak
Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 
Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:49 WIB

Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:58 WIB

Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:33 WIB

Bikin Resah, Monyet Mulai Turun ke Pemukiman Warga di Parakansalak

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB