Ngeri! Bocah SMP Asal Cireunghas Jadi Korban Perdagangan Orang, Dijadikan Pembantu di Arab Saudi

Selasa, 12 Juli 2022 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang pelajar SMP dari Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Korban yang diketahui berinisial S (15) terbuai iming-iming pekerjaan di Arab Saudi.

“Menurut informasi yang kami terima, memang S yang merupakan anak di bawah umur itu menjadi korban human trafficking ke Arab Saudi dan kasusnya sekarang sedang ditangani oleh unit PPA Polres Sukabumi kota,” kata Reni Agustini, Kepala Seksi Pemerintah  Kecamatan Cireunghas kepada jurnalsukabumi.com, Senin (11/7/2022).

Dari hasil pendalaman kasus oleh aparat di Kecamatan Cireunghas, data kependudukan korban telah dimanipulasi secara ilegal oleh sponsor yang mengaku sebagai penyalur tenaga kerja. Bocah tersebut pun berhasil lolos dari pemeriksaan petugas sampai akhirnya bekerja di Arab Saudi.

“S  ini kenal seseorang lalu diajak, dan korban pun mau. Dia sekarang sempat bekerja di Arab Saudi,” jelas dia.

S yang masih terdata sebagai pelajar SMP tersebut dijanjikan oleh pelaku untuk bekerja di Timur Tengah sebagai cleaning service. Faktanya, Ia hanya dipekerjakan menjadi pembantu.

“Korban ini kerja di Arab Saudi hanya satu bulan karena ia menggunakan Visa kunjungan. Jadi, korban itu berangkat ke Arab Saudi pada Maret 2022, setelah itu pada April atau Mei 2002 dia sudah ada di rumahnya lagi,” tuturnya.

Dia menambahkan, pemerintah Kecamatan Cireunghas tengah melakukan pendampingan kepada keluarga korban. Pihak keluarga tidak terima, S jadi korban TPPO.

Keluarga korban pelajar SMP tersebut meminta agar terduga pelaku diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Awalnya kita mau melaksanakan perundingan secara kekeluargaan dengan semua pihak, khususnya lembaga terkait yang berkompeten dalam menangani kasus tersebut. Namun tidak ada respon, akhirnya keluarga korban terus melanjut membuat laporan ke polisi,” pungkas dia.

Reni menyebut, aparat kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Selain korban dan keluarganya, Unit PPA Polres Sukabumi Kota juga memintai keterangan dari kepala desa, serta ketua RT dan RW.

“Namun untuk pelaku sendiri belum bisa dimintai keterangan, tapi katanya pelaku itu orang Gegerbitung,” tandasnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru