JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD Pertanian Wilayah Jampangkulon mengaku, terus membantu mengembangkan produk gula semut kelapa organik serta gula semut aren organik.
Kepala UPTD Pertanian Wilayah Jampangkulon, Yaya Kuswaya mengatakan, ada sekitar 200 pohon kelapa dan ratusan pohon aren di wilayah kerja UPTD Pertanian Jampangkulon yang dijadikan bahan baku gula semut tersebut.
“Sejak dua tahun lalu, kelompok tani (Poktan) Warungwaru, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap telah memproduksi air nira kelapa dan air nira aren menjadi gula semut organik,” ujarnya Jumat (24/06/2022).
Kini, salah satu produksinya yakni gula semut organik Mang Pendi. Bahkan, sudah menggunakan kemasan ekonomis isi 250 gram dengan harga Rp 10 ribu yang bisa dijangkau oleh konsumen.
“Selain itu produknya sudah diekspor ke negara Eropa seperti Belanda,” jelas Yaya.
Perlu diketahui, Produksi Gula Semut asal Kampung Pasir Gancleng, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mampu menunjukkan kelasnya sebagai ikon produk lokal di Mancanegara.
Sebab, keunggulan produk Gula Semut ini sudah membuktikan lolos dari ketatnyanya pasar kelas dunia di belahan Eropa seperti Belanda, Inggris dan Jerman. Hal ini tentunya merupakan prestasi membanggakan khususnya bagi warga Kabupaten Sukabumi.
Pencapaiannya pun sudah barang tentu tidak tercipta dalam satu malam. Melainkan, membutuhkan proses panjang yang menguras emosi, materi, tenaga dan pikiran melalui serangkaian penelitian yang cukup lama.
Pemilik pabrik pengolahan Gula Semut, Rismayadi (45) mengatakan, usaha ini sudah digelutinya sejak tahun 2017. Bahkan, selama tiga tahun lalu itu kerap dihadapkan kegagalan. Berkat tekad dan usaha kerasnya, kini mampu mengahsilkan produk yang cocok di berbagai negara luar.
“Mengalami trail and error selama 3 tahun. Bahkan kerap dihadapi pahit asamnya kegagalan. Tahun 2019, melalui tim produksi dan pendampingan penyuluh internal, akhirnya kami menemukan komposisi yang sesuai dengan citarasa yang diinginkan,” tutup Rismayadi.
Redaktur: Ujang Herlan












