Dewan Geram, Soal DP3A Bungkam Ditanya Data Kekerasan di Sukabumi

Rabu, 26 Februari 2020 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menyoal sikap Dinas Pemberdayaan Perempuam dan Perlindungam Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi yang bungkam saat ditanya soal data kekerasan di Kabupaten Sukabumi, mendapatkan sorotan dan geram dari Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Hera Iskandar, hal tersebut dinilai salah kaprah dengan melihat kondisi sosial kaitan perempuan dan perlindungan anak saat ini.

“Kondisi Sukabumi saat ini banyak kejadian yang kaitannya dengan anak dan perempuan. Sehingga Pemkab Sukabumi harus hadir dengan kondisi saat ini,” ungkap Hera Iskandar kepada jurnalsukabumi.com.

Menurut Hera, pihak DP3A harusnya menyampaikan informasi kinerja secara profesional dan kooperatif kepada media, jika tidak mengetahui jawab saja, jangan menghindar yang menjadi praduga dan berbeda penafsiran.

“Kami menilai kinerja DP3A ini diduga mandul belum tampak gaungnya dalam menangani perlindungan anak yang terjadi di Sukabumi,” tegasnya.

Dengan dua peristiwa yang sangat memperihatinkan yakni pembacokan dan meninggalnya pelajar Assalam. DP3A seharusnya hadir dan memiliki peran dalam perlindungan anak yang komplek saat ini.

“Kami sedang menggagas Raperda Ketahanan Keluarga saat ini, tentunya sebagai proteksi dalam rangka pencegahan dan perlindungan anak saat ini,” jelasnya.

Ditambahkan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Agus Zein menjelaskan, peran DP3A saat ini membidangi perlindungan anak dan perempuan saat ini, harus jelas dan fokus membenahi Sukabumi. Apalagi dengan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Sukabumi masih terjadi, sehingga harus melakukan upaya preventif.

“DP3A harus bisa memberikan upaya preventif dan promotif, sehingga warga mengetahui resiko-resiko TPPO itu sendiri, karena saat ini warga minim informasi,” pungkasnya.

Reporter: Hendi
Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah
Jembatan Pamuruyan Baru Berdiri Kokoh, PJN Wilayah II Jabar: Masih Tahap Finishing
Tujuh Sapi Kurban Berbobot 6 Ton Disalurkan untuk Masyarakat Kabupaten Sukabumi
Hergun Sembelih 12 Ekor Sapi dan 13 Kambing, Libatkan Tokoh Pers Sukabumi
Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi
322 Hewan Kurban Disalurkan Pemkab Sukabumi pada Idul Adha 1447 H
Idul Adha 1447 H, Reza Taojiri Ajak Warga Sukabumi Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:30 WIB

Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:22 WIB

Tujuh Sapi Kurban Berbobot 6 Ton Disalurkan untuk Masyarakat Kabupaten Sukabumi

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:23 WIB

Hergun Sembelih 12 Ekor Sapi dan 13 Kambing, Libatkan Tokoh Pers Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:39 WIB

Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:57 WIB

322 Hewan Kurban Disalurkan Pemkab Sukabumi pada Idul Adha 1447 H

Berita Terbaru

RAGAM

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:49 WIB