Gempa Tektonik Guncang Kota Sukabumi, Apa kata BMKG?

Selasa, 22 Maret 2022 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gempa bumi dibarengi suara gemuruh mengangetkan warga yang berada sekitar titik sesar Cimandiri, Selasa (22/3/2022).

Diperkirakan, gempa terjadi sekira pukul 08.52 WIB, gempa dominan dirasakan di wilayah Kecamatan Cireunghas, Kebonpedes dan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

Dian (32), warga Kecamatan Kebonpedes mengatakan, gempa sangat terasa dan dibarengi suara gemuruh dan membuat ia beserta keluarganya merasa panik.

“Saat itu saya sedang berada di depan teras rumah tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh lalu terasa adanya guncangan tak begitu lama sekitar beberapa detik,” kata Dian kepada jurnalsukabumi.com.

Sama seperti Dian, warga Kecamatan Sukaraja, Heni (45), menuturkan, sebelum terasa adanya guncangan, terlebih dahulu terdengar suara gemuruh  hingga dirinya bersama anak-anaknya berhamburan keluar dari rumah.

“Gempanya memang tidak lama, awalnya ada gemuruh lalu ada guncangan tak begitu lama.” ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Metereologi Klimotologi Geofisika (BMKG) Wilayah II Tangerang, Hartanto menjelaskan, Kota Sukabumi Jawa Barat, diguncang gempa tektonik sekira pukul 08.52 WIB.

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=3,2. Episenter terletak pada koordinat 6.95 LS dan 107.06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 14 kilometer Tenggara Kota Sukabumi-Jabar pada kedalaman 8 kilometer.

“Adapun jenis dan Mekanisme Gempa bumi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal,” jelasnya.

Hartanto menegaskan bahwa dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat.

Gempa bumi ini dirasakan  di wilayah Kebonpedes, Cireunghas dengan Skala Intensitas II MMI *(Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tandasnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan
Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug
Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil
Sukabumi Menggugat! Massa Desak Ayep Zaki Mundur dari Kursi Wali Kota
Diberi Tenggat 30 Hari, Massa Aksi 2.6.26 Layangkan Gugatan untuk Ayep Zaki
Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:44 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:23 WIB

Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:38 WIB

Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil

Berita Terbaru