JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono bersama Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional VI (BBPJN VI) DKI – Jakarta,Wilan Oktavian, dan Kepala Bidang Inspraswil Bappeda, Aris Budiman, Senin (7/3/22) mengadakan rapat koordinasi (Rakor) pembahasan usulan kebutuhan penananganan jalan daerah/sub nasional.
Terdapat 27 ruas jalan provinsi yang diusulkan oleh Bambang Tirtoyuliono yang tersebar di seluruh Jawa Barat dengan berbagai alasan.
“Antara lain meningkatkan aksebilitas, konektivtas dan mobilitas, menunjang Perpres 87 tahun 2021, penyerapan tenaga kerja, pengembangan serta pertumbuhan sentra ekonomi, wisata, pertanian dan lainnya, dengan kondisi eksisting jalan ada yang rusak ringan , sedang dan berat,” ungkap Bambang.
Selanjutnya Kepala Bidang Inspraswil Bappedq Aris Budiman, memaparkan yang telah direncanakan oleh Bappeda yang lebih detail dimana akselibitas dan koneksivitas direncanakan ke ruas jalan pedesaan dimana banyak sentra ekonomi, wisata, pertanian/perkebunan yang bisa dikembangkan.
“Terakit pengembangan akses jalan sendiri, Bappeda mengacu pada pengembangan sejumlah sekotor yang kita dorong di Jawa Barat,” katanya.
Ditambahkan Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional VI (BBPJN VI) DKI – Jakarta,Wilan Oktavian, menjelaskan akan menindaklanjuti dengan membentuk Tim khusus yang akan menggabungkan kedua usulan tersebut.
“Kita akan buat/ susun yang menjadi prioritas/Champion dari Jawa Barat,” ujar Wilan.
Intinya ruas jalan ada koridor sebagai aksebilitas/konektivitas yang menyambungkan ruas jalan Nasional, Provinsi, Kabupaten sampai Desa.
“Prioritas jalan terhubungkan dari distribusi sampai market langsung.
Hasil dari prioritas jalan, yang menjadi koridor Champion Jawa Barat untuk ditangani akan dibawa dalam rapat Kementerian PUPR RI,” tandasnya.
Redaktur: Usep Mulyana












