JURNALSUKABUMI.COM – Satu di antara orangtua korban trafficking asal Sukabumi yang dikirim ke Provinsi Papua mengaku jika sebelumnya anaknya kepincut rayuan gaji besar.
LA (52), orangtua korban asal salah satu kecamatan di Kabupaten Sukabumi ini menjelaskan, keberangkatan anaknya itu karena tergiur ajakan salah seorang kenalannya yang dijanjikan bekerja layak dengan gaji besar di tempat hiburan di daerah Papua.
“Setelah anak saya berangkat ke sana dan sampai di tempat tujuan berikut tiga teman wanita lainnya mengaku malah dipaksa melayani pria hidung belang,” kata LA (52) saat ditemui di rumahnya, Kamis (17/2/2022).
Sebelumnya, keluarga pun sempat menyarankan dan memikirkan matang-matang. Akan tetapi, karena terhimpit ekonomi, kemudian menyetujui ajakan pria tersebut dan berangkat lah ke tujuan.
“Ya, ekonomi utamanya pak. Karena impian anak saya dengan merantau, mungkin bisa merubah nasib. Namun, nyatanya malah jadi seperti ini. Kami memohon bantuannya untuk bisa mengembalikan anak kami,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi mulai menyelidiki dugaan perdagangan manusia atau trafficking ke Papua. Terkaan itu pasca 4 orang perempuan asal Sukabumi mengaku terjerat di lingkaran bisnis dunia malam beberapa waktu lalu.
Informasi yang didapat, ada empat korban yang terdiri dari dua remaja, satu orang dewasa dan satu anak berusia 15 tahun yang menginginkan pulang. Mereka, terjebak di Provinsi Papua, mengaku dipaksa melayani pria hidung belang.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












