Waduh! Janda Anak Dua asal Cidahu Diduga Jadi Korban Trafficking di Arab 

Senin, 14 Februari 2022 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Rika Oktaviani (24), seorang janda dua anak asal Kampung Kuta RT 04/05, Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi diduga jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau trafficking. Ia kini berada di sebuah penampungan di Riyadh, Arab Saudi, dan berharap bisa pulang.

Kakak kandung Rika, Melasari (29), menuturkan kronologi adiknya diduga jadi korban trafficking. Hal tersebut bermula saat Rika mendapatkan informasi di facebook tentang peluang kerja di luar negeri.

“Setahu saya Rika dapat informasi itu dari Facebook, tiba-tiba pada 3 Januari kemarin adik saya berangkat melalui agensi tersebut,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, senin (14/2/2022).

Rika sempat mengurungkan niat untuk pergi ke Arab Saudi. Tapi pihak agensi memintainya uang ganti rugi senilai Rp 30 juta.

Ia dan keluarga tidak sanggup memenuhi desakan dari pihak agensi tersebut. Rika pun terpaksa menuruti pihak agensi untuk berangkat ke luar negeri meninggalkan dua anaknya.

“Setelah tiba di Arab, adik saya tidak mendapat pekerjaan yang dijanjikan. Kini malah ditempatkan di penampungan,” imbuhnya.

Melasari menambahkan, Adiknya ditawari pekerjaan menjadi baby sitter. Di penampungan, adiknya mengaku hanya diberikan makan sekali sehari dan minum dari air keran.

“Dia pengen pulang. Keluarga juga berharap Rika bisa dipulangkan segera, kami mohon bantuan semua pihak,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi, Iptu Bayu Sunarti Agustina, membenarkan jika dirinya telah menerima aduan terkait dugaan TPPO yang dialami oleh warga Kecamatan Cidahu.

“Betul, kita sudah menerima aduan tersebut, selanjutnya kita akan terus dalami kasus ini,” tandasnya.

Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru