JURNALSUKABUMI.COM – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian Wilayah V Jampangtengah, mengapresiasi pencapaian hasil panen jagung untuk musim tanam Maret-Mei 2021 dan November-Januari 2022. Hingga Februari para petani di Jampangtengah kembali memasuki musim tanam pertama di awal tahun
“Penanaman jagung di musim pertama bulan Maret-Mei mencapai 3.000 hektare. Sementara di musim tanam kedua berada di angka 1.600 hektare,” kata Kepala UPTD Pertanian Jampangtengah, Bambang, Sudarsono kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (4/2/22).
Berbicara varietas benih jagung lanjut dia, cukup beragam. Petani ada yang menanam benih Pioneer, NK 212, Asia Gold, Bima, Nasa. NK 212 termasuk varietas paling baik diantara varietas yang ada, karena jagungnya besar tongkolnya kecil.
“Salah satu contohnya adalah benih jagung NK 212, pipilnya besar-besar dan tongkolnya kecil. Berbeda dengan Asia Gold, pipilnya kecil-kecil tapi rapat,” kata Bambang.
Berkaitan dengan sistem anggaran, kegiatan di Dinas Pertanian kata Bambang, saat ini, sama sekali idak berhubungan dengan yang namanya dana. Program dilakukan melalui lelang pusat. Pola seperti ini kata dia, lebih baik karena program yang dijalankan lebih terintegrasi.
“Kalau pun dalam bentuk uang tetap saja akan dibayarkan. Kami lebih enjoy karena tidak harus menyiapkan rekening. agar sistem kegiatannya lebih terintegrasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Rido Manah 14, Desa Cijulang, Dede Iskandar menuturkan, bibit yang ditanam saat ini adalah berasal dari penyisihan hasil panen musim tanam pertama.
“Kami biasa menyimpan benih dari hasil panen pada musim tanam pertama sekitar satu persen. Rata-rata setiap panen, menyimpan satu sampai dua kilogram,” kata Dede Iskandar.
Satu hektare lahan populasinya sebanyak 32 ribu pohon. Jika per pohon menghasilkan empat bongkol, berarti per hektare menghasilkan panen sekitar delapan ton.
“Puncak panen jatuh pada musim tanam Nopember, Desember dan Januari. Tak main-main hasil panen mencapai 2.000 ton pipil kering dari lima orang pengepul. Diprediksi, sampai Juni 2022, petani di Jampangtengah akan terus panen,” katanya.
Redaktur: Usep Mulyana












