JURNALSUKABUMI.COM – Kue keranjang atau yang lebih dikenal dengan sebutan dodol cina, jadi penganan khas tahun baru imlek. Penganan berbahan dasar tepung tersebut adalah salah satu makanan khas dari etnis Tionghoa.
Salah satu pengrajin dodol cina legendaris ada di Jalan Merbabu, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kabupaten Sukabumi. Adalah Shendy Gunawan, penerus usaha produksi dodol cina yang diwariskan kakek dan ayahnya secara turun temurun. Usaha dodol cina mereka sudah dimulai sejak 1950an.
“Adapun cara pembuatan Kue Keranjang ini dibuat dari bahan tepung dengan air gula, digiling dan setelah diaduk rata. Adonan tersebut dimasukkan kedalam cetakan keranjang bambu kemudian dikukus sekitar 22 jam hingga 24 jam,” ungkap Shendy Gunawan kepada Jurnalsukabumi.com Selasa (25/01/2022).

Shendy sudah mempersiapkan bahan-bahan pembuatan kue keranjang sejak tiga bulan sebelum perayaan Imlek. Tahun ini, Ia memproduksi 8 ton dodol cina. Sedikit turun dibanding tahun lalu.
“Harga kue keranjang bermerk Marga Hsiung Sukabumi ini dipatok dengan harga Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilonya. Kue keranjang bisa bertahan dalam suhu kamar, selama dua sampai tiga bulan lamanya serta kalau disimpan dalam lemari es bisa bertahan sampai 2-3 tahun lamanya,” jelasnya.
Masih kata dia, kue keranjang yang dibuatnya selain dipasarkan di Sukabumi juga dikirim ke daerah Bogor, Jakarta, Bandung, Tasikmalaya dan ada pasar-pasar baru lainnya yang saat ini sedang dirambah.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor












