JURNALSUKABUMI.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, SH, Kota Sukabumi, menyebut angka pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) menurun di masa pendemi Covid-19 ini.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat RSUD R Syamsudin SH, dr Suprianto mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh dari Tim Surveilen dalam tiga bulan yakni, Juli sampai September angkanya masih fluktuatif tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
“Data yang tercatat pasien yang positif DBD pada Juli 12 orang, Agustus 9 orang dan September 25 orang. Sedangkan untuk bulan Oktober masih belum selesai dan laprannya nanti di awal November,” kata dr Supri kepada Jurnalsukabumi.com Kamis (21/10/2021).
Lanjut dia, kasus DBD itu penderita ada yang ringan, sedang hingga berat, pada prinsipnya DBD itu jangan sampai jatuh kepada situasi yang namanya Dengue Shock Syndrome (DSS). Dimana, beresiko dan berbahaya.
“Tapi, kalau dalam gejala ringan seperti trombosit dan leftnya normal itu masih bisa untuk konservatif dengan mengkonsumsi vitamin, makan buah-buahan, sayuran, minum air putih secukupnya dan meningkatkan kondisi daya tahan tubuh,” kata dr Supri.
Pada prinsipnya kata dia, DBD itu suatu virus. Jadi harus memiliki daya tahan tubuh yang kuat terkecuali bergejala sedang hingga berat mutlak harus dibawa ke Rumah Sakit.
Dengan tibanya musim hujan, tentunya genangan-genangan air bersih yang dijadikan sarang nyamuk Aedes Aegypti betina dan Aedes Albopivtus beresiko terinfeksi virus dengue dan orang yang menderita DBD harus dijaga.
“Mulai hindari kaleng yang terbuka ke atas, yang tertimbun air sisa hujan hingga baju tergantung di kamar. Itu semua bisa juga dijadikan sarang nyamuk,” tandasnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan












