JURNALSUKABUMI.COM – Perusahaan Umum Daerah Agro Sukabumi Mandiri (Perumda – ASM) sangat selektif dalam menjaring calon pegawai. Salah satunya dengan menutup ruang gerak calon peserta yang merupakan titipan dari pihak tertentu yang nantinya akan menjadi bagian dari manajemen perusahaan.
Strategi yang ditempuh oleh panitia seleksi untuk mengantisipasi adanya peserta “titipan” tersebut adalah menerapkan sistem self assesment. Karena pola tersebut sepenuhnya berdasarkan hasil penilaian objektif dari para peserta tanpa ditumpangi oleh kepentingan subjektif dari pihak manapun.
” Seleksi ini dilakukan secara terbuka. Maka kita sepakat, seleksi self assesment adalah seleksi yang paling ideal. Untuk lolos ke tahap berikutnya, para peserta harus mencapai Passing grade yang ditentukan oleh pansel. Bagi peserta yang memiliki nilai tertinggi akan memiliki peluang besar untuk masuk ke tahap tes wawancara,” kata Ketua Dewan Pengawas, Sri Padmoko, kepada jurnalsukabumi.com, Senin (4/10/21).
Dalam seleksi PNS atau perusahaan kata dia,.pasti ada budaya titip menitip. Tapi dia menyatakan kemampuan untuk menolak ukup besar. Langkah jitu untuk mengantisipasi budaya negatif itu yakni dengan melakukan tahapan seleksi yang ketat dan bermartabat dengan mengacu pada kompetensi dasar yang dimiliki para peserta.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda ASM, Muklis Yusuf menuturkan, dia akan cepat mengkonfirmasi hasil seleksi ini sebelum muncul komplain dari para peserta. Hasil tertulis dari self assesment ini akan dimasukan ke dalam materi pertanyaan dalam sesi wawancara. Karena dikhawatirkan, standar penilaian para peserta berbeda – beda.
” Contohnya, tentang tujuan pembentukan Perumda. Saya yakin para peserta akan banyak belajar tentang Perumda ASM dan bukan Perumda lain. Lima puluh persen soal tes akan fokus pada Perumda ASM yang posisinya ada dalam PP, Permen dan Perda. Untuk menjaga netralitas,.dalam tes wawancara, akan melibatkan tim seleksi dari psikolog,.BUMN dan UMMI,” ujarnya.
Tahap.- tahapan zeleksi terdiri dari pemberkasan, verifikasi dan tes tertulis dan waaancara. Pendaftaran dilakukan dengan dua cara offline dan online. Peserta yang mendaftar mellaui offline senanyak 82 orang.
Sedangkan yang mendaftar lewat jalur online beejumlah 162 orang. Dari jumlah itu yang lolos mengikuti tes tertulis hanya tersisa 47 orang.
Jumlah peserta hingga menjelang tes wawancara hasil verifikasi berkas, jumlahnya tinggal tersisa 27 orang. Kuota tersebut, untuk mengisi pos – pos jabatan asisten direksi, sekretaris dewas tujuh orang. Manajer agro bisnis enam orang. Manajer riset, pengembangan dan kemitraan enam orang. Manajer branding, promosi dan pemberdayaan empat orang. Manajer umum kepegawaian 10 orang dan manajer keuangan empat orang.
Redaktur: Usep.Mulyana | Redaktur: Mohammad Noor












