JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi kembali memfokuskan pengembangan lahan pertanian dan pengolahan ubi jalar Cilembu.
Pasalnya, ubi jalar cilembu ini dinilai sangat potensial. Bahkan, sudah merangkak hingga pasar ekspor. Satu di antaranya di wilayah Kecamatan Bojonggteng.
“Ya, misalnya di hasil panen petani di Kecamatan Bojonggenteng. Mereka sudah mengekspor ubi mentahnya,” ujar Sekretaris Distan Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska saat dihubungi jurnalsukabumi.com, Sabtu (02/09/2021).
Denis menjelaskan, di kawasan tersebut direncanakan pengembangan penanaman, dari semula hanya 17 hektare, kini ditambah menjadi 30 hektare.
“Kita rangkul petani milenial dengan sistem bapak angkat, termasuk dukungan modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan menjalin kemitraan dari perbankan,” jelasnya.
Tak hanya mengenai pengembangan lahan. Akan tetapi, selanjutnya bagaimana mengolah dan memanfaatkan ubi jalar cilembu ini menjadi produk yang memiliki daya jual lebih.
“Kita juga fokus pengembangan olahan ubi. Misalnya, bagai mana menciptakan ubi yang bisa langsung disantap oleh konsumen,” sambung Denis.
Atau bisa juga, pengembangan seperti membuat produk olahan bihun berbahan dasar tepung ubi dan yang lainnya. Intinya, pengembangan ubi jalar cilembu di kawasan Bojonggenteng ini harus bisa menjadi percontohan bagi kecamatan lain.
“Tentunya, rencana ini pun perlu melibatkan dan dukungan petani lokal sendiri. Ya, utamanya kaum milenial sehingga kesejahteraan mereka meningkat dan regenerasi petani dapat berjalan baik,” tandasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












