JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi di akhir programnya melakukan pembinaan terhadap 100 keluarga di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Kepala Seksi Informasi Kerjasama dan Partisipasi Masyarakat DP3A Kabupaten Sukabumi, Miranti Suci Puspitasari mengatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan keluarga keluarga, berbasis keluarga pendekatannya pengarus utamaan gender.
“Kita saat ini melakukan pembinaan terhadap 100 keluarga yang terdiri dari ayah, Ibu dan anak dua orang yang dipilih. Kalau misalnya yang mempunyai anak lebih dari dua maka programnya dilakukan setiap minggu mereka melakukan kumpul keluarga,” kata Miranti kepada Jurnalsukabumi.com di ruang kerjanya, Jumat (01/10/2021).
Lanjut dia, pada minggu pertama melakukan kegiatan bersama ayah, minggu kedua mengikuti kegiatan bersama ibu lalu di minggu ketiga kegiatan bersama anak. Sedangkan minggu keempat kumpul warga.
Program ini mempunyai 4 latar belakang yakni tingginya angka kekerasan, tingginya angka perceraian, kurangnya pola pengasuhan anak yang dipahami oleh orang tua dan kepekaan masyarakat terhadap kerentanan keluarga. Jadi akan bina oleh pendamping dengan cara mengontrol kegiatan itu setiap minggu ke rumah warga dan akan mengevaluasi setiap bulannya.
“Kita mempunyai buku bimbingan teknis tentang kumpul warga biar masyarakat itu saling mengenal, dalam kegiatannya pun bervariatif seperti gotong royong, bersih desa PR penting buat Ayah dan Ibu, penanggulangan bahaya narkoba yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kantor Urusan Agama (KUA) dan unsur Muspika,” jelasnya.
Selain itu juga kata Miranti, awal menyosialisasikan program ini pihaknya langsung mendatangi warga namun dibantu juga oleh 10 pendamping keluarga dari desa setempat yang terdiri dari kader desa, posyandu, Guru Paud, SD, MTS, Kepala Sekolah, dari 10 keluarga itu di dampingi oleh 1 pendamping keluarga.
“Alhamdulillah di akhir program Kalau Minggu Kumpul Keluarga (Kapulaga) kemarin sudah melakukan evaluasi jadi memang mulai dari sosialisasi lalu pendampingan untuk keluarga juga pelaksanaan bimtek untuk pendamping keluarga, walaupun bukan TOT dilaksanakan,” ucapnya.
Sementara untuk pendampingan selama 4 bulan, responsip mereka baik dan kemarin sudah dilaksanakan evaluasi untuk memilih keluarga terbaik jadi satu kelompok itu dipilih satu keluarga terbaik Nah nanti dari yang terbaik dipilih kembali sebagai juara terbaik,” tandasnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan












