JURNALSUKABUMI.COM – Meskipun baru seumur jagung, pengurus Unit Pengelola Zakat (UPZ) Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, mampu menunjukkan prestasi gemilang. Dalam perhelatan Baznas Award 2021, UPZ Cikembar yang dinahkodai Ijam Jamaludin dinobatkan sebagai juara pertama untuk kategori pengumpul zakat terbanyak.
” Titel juara bagi kami bukan target utama, namun sebagai sebuah sebab akibat dari sistem pengelolaan zakat dan infak yang kami jalankan yang selalu berpegang teguh pada aturan. Kami akan terus bekerja dan bekerja secara tulus dan profesional,” kata Ijam Jamaludin yang didampingi oleh Sektaris Zaini dan Bendahara Irma, kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (22/9/21).
Bicara prestasi, UPZ Cikembar bukan kali ini saja terpilih sebagai kampiun dalam pengelolaan zakat. Tapi sejak periode kepemimpinan almarhum Isak Zakaria, UPZ Cikembar selalu mendapatkan predikat terbaik. Meskipun pada masa – masa akhir jabatan pengurus lama sekitar tiga sampai empat tahun, mengalami jalan di tempat. Tapi pondasi yang telah dibangun oleh Ketua UPZ lama menjadi pijakan bagi pengurus saat ini.
Kunci keberhasilan yang mereka raih kata dia, terletak pada pola komunikasi antara para pengurus dengan pihak Muspika, KUA serta elemen masyarakat lainnya. Selain faktor komunikasi kata Ijam, seluruh jajaran pengurus terus menerus berkonsentrasi pada pembenahan internal. Baik pembenahan manajemen maupun pembenahan fisik bangunan.
” Kami terus memperbaiki sistem kerja dan menata serta merenovasi ruang kantor agar nyaman untuk ditempati. Jangan sampai kantor yang dibangun dengan modal swadaya masyarakat, kelihatan kumuh dan tampak seperti bangunan kosong yang tidak berpenghuni,” ujarnya.
Kantor UPZ Cikembar pertama kali dibangun 9 Agustus 2010 pada masa Bupati Sukmawijaya. Kantor tersebut tanahnya merupakan wakaf dari almahum Isak Zakaria. Pada awalnya, Ijam Jamaludin sebagai ketua UPZ lewat hasil musyawarah kecamatan (Muscam) enam bulan lalu, sejak Maret 2021, merasa sedikit was – was karena takut tidak bisa mengemban amanah. Tapi atas dasar kepercayaan diri yang kuat didukung oleh staf dan jajaran pengurus dan militan, dia akhirnya mampu mencetak prestasi yang membanggakan.
Lanjut dia,.selama periode kepemimpinannya terrjadi pergeseran prosentase peningkatan penerimaan zakat dari semula 30 % sekarang menjadi 41 %. Jadi ada kenaikan 11 %. Dimana sebelumnya, dari angka semula sempat tidak bergerak pada angka tersebut. Tentu saja kenaikan angka 11 % itu sangat signifikan yang dicapai dalam tempo singkat. Dana zakat yang diperoleh pada tahun lalu lebuh dari Rp1,4 miliar. Dari jumlah itu, UPZ hanya mengelola sembilan persen dari jumlah total keseluruhan penerimaan
Selain piawai mengelola zakat dan infak, Ijam juga mencoba mengembangkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dia akan memberdayakan keberadaan para pedagang kecil dengan cara meminjamkan modal usaha tanpa bunga. Sekaligus membina 170 orang muallaf baik dari sisi aqidah dan keimannya. Agar mereka lebih mantap dalam memeluk dan meyakini agama barunya. Mereka juga difasilitasi disebuah rumah singgah yang dilengkapi sarana keagamaan.
Prestasi yang diraih UPZ juga diikuti dengan terpilihnya Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Cikembar menyabet juara pertama. Teristimewanya lagi, prestasi ini diraih untuk ke – 10 kali secara berturut – turut. Ini merupakan pencapai luar biasa yang sulit ditandingi oleh lembaga lain.
Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Mohammad Noor












