JURNALSUKABUMI.COM – Penjual tempe dan tahu menaikan harga dagangan mereka 20 hingga 30 persen di Pasar Tipar Gede dan Pasar Pelita, Kota Sukabumi. Perubahan harga ini dilakukan usai aksi mogok dagang yang dilakukan para pedagang tidak ditanggapi pemerintah.
Salah seorang penjual tempe tahu di Pasar Tipar Gede, Waspari (55), mengatakan dua hari kemarin sekitar 100 pedagang tempe tahu melakukan aksi mogok dagang terkait kenaikan harg kedelai. Namun dalam aksi itu, pihaknya mengaku tidak mendapat respon dari pemerintah.
“Kami baru memulai kembali aktifitas di pasar menjual tempe tahu setelah dua hari kemarin melalukan aksi mogok dagang selama dua hari yang tidak di respon oleh pemerintah,” keluh Waspari kepada Jurnalsukabumi.com di tempat dagangnya.
Meskipun demikian, lanjut dia, harga kedelai semakin meroket yang berdampak terhadap para pengrajin tempe tahu. Para penjual di pasar mau tidak mau sepakat untuk menaikkan harga tempe tahu kepada konsumen sebesar 20 hingga 30 persen.
Harga tempe Rp 5.000 naik menjadi Rp 7.000, sedangkan tahu awalnya Rp 6000 menjadi Rp 8000.
“Mahalnya harga produksi membuat kami yang biasanya menjual tempe tahu sebanyak 2 kwintal dalam sehari, sebelumnya dapat menjual 3,5 kwintal sehari,” keluhnya.
“Saya berharap kepada pemerintah agar dapat menstabilkan harga kacang kedelai dan juga sebagai antisipasi pemerintah untuk melakukan menanam kacang delelai di dalam negeri tidak mengandalkan impor kacang kedelai dari negara Amerika dan negara lainnya,” pungkasnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor












