Tak Ditanggapi Pemerintah Usai Mogok Dagang, Harga Tempe dan Tahu Naik 30 Persen di Pasar Kota Sukabumi

Senin, 7 Juni 2021 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Penjual tempe dan tahu menaikan harga dagangan mereka 20 hingga 30 persen di Pasar Tipar Gede dan Pasar Pelita, Kota Sukabumi. Perubahan harga ini dilakukan usai aksi mogok dagang yang dilakukan para pedagang tidak ditanggapi pemerintah.

Salah seorang penjual tempe tahu di Pasar Tipar Gede, Waspari (55), mengatakan dua hari kemarin sekitar 100 pedagang tempe tahu melakukan aksi mogok dagang terkait kenaikan harg kedelai. Namun dalam aksi itu, pihaknya mengaku tidak mendapat respon dari pemerintah.

“Kami baru memulai kembali aktifitas di pasar menjual tempe tahu setelah dua hari kemarin melalukan aksi mogok dagang selama dua hari yang tidak di respon oleh pemerintah,” keluh Waspari kepada Jurnalsukabumi.com di tempat dagangnya.

Meskipun demikian, lanjut dia, harga kedelai semakin meroket yang berdampak terhadap para pengrajin tempe tahu. Para penjual di pasar mau tidak mau sepakat untuk menaikkan harga tempe tahu kepada konsumen sebesar 20 hingga 30 persen.

Harga tempe Rp 5.000 naik menjadi Rp 7.000, sedangkan tahu awalnya Rp 6000 menjadi Rp 8000.

“Mahalnya harga produksi membuat kami yang biasanya menjual tempe tahu sebanyak 2 kwintal dalam sehari, sebelumnya dapat menjual 3,5 kwintal sehari,” keluhnya.

“Saya berharap kepada pemerintah agar dapat menstabilkan harga kacang kedelai dan juga sebagai antisipasi pemerintah untuk melakukan menanam kacang delelai di dalam negeri tidak mengandalkan impor kacang kedelai dari negara Amerika dan negara lainnya,” pungkasnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman
SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045
PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air
Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital
90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar
Antisipasi Pajak Kendaraan Tahunan, BPR Sukabumi Hadirkan Tabungan TAPAK
BPR Sukabumi Hadiri Peringatan Harkitnas 2026, Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital
Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:53 WIB

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman

Senin, 22 Juni 2026 - 12:32 WIB

SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00 WIB

PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:50 WIB

Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:04 WIB

90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar

Berita Terbaru