Harga Kacang Kedelai Meroket, Pengrajin Tahu Tempe di Sukabumi ‘Menjerit’

Senin, 31 Mei 2021 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Harga kacang kedelai terus merangkak naik semenjak di pertengahan Bulan Puasa hingga saat ini. Akibatnya, para pengrajin tahu dan tempe di Sukabumi menjerit.

Keluhan tersebut pun dirasakan jelas, Otong (50) salah satu pengrajin tahu yang berada di Kampung Kebon Kawung Rt. 09/04, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

Menurutnya, harga kacang kedelai dari Bulan Puasa hingga sekarang sedikit demi sedikit harganya terus naik, hingga tembus di angka Rp11 ribu perkilonya.

“Ya, jelas dikeluhkan lah sementara harga jual tahu ya segitu-gitu saja. Dalam satu harinya saya memproduksi tahu sebanyak 3,5 kwintal sedangkan belanja kacang kedelainya 2 ton dalam seminggu,” kata Otong kepada Jurnalsukabumi.com saat ditemui di pabriknya, Senin (32/05/2021).

Sebagai pelaku usaha kata dia, walaupun harga kacang kedelai sebagai bahan utama ini naik, sementara harga tahu tidak mungkin ikut naik pula. Sebab, kalau dinaikan harga tahu ini pasti tidak akan laku dan sepi pembeli.

“Ya gak mungkin kalau naik harga tahu mah. Paling kita siasati sedikit merubah ukuran cetakannya agar tidak merugi,” ulasnya.

Hal senada juga dilontarkan H. Dadang, pengrajin tempe di RT. 02/06, Kelurahan Citamiang/Citamiang. Ia mengaku, perharinya untuk membuat tempe membutuhkan bahan kacang kedelai 80 kg hingga 1 kwintal.

“Dati pembelian tersebut bisa menghasilkan sekitar 350- 500 lonjong tempe berbagai ukuran yang di distribusikan ke Pasar Gudang dan Pasar Ciwangi,” jelasnya.

Lanjut H. Dadang, agar tidak merugi seiring naiknya harga kacang kedelai yang mencapai Rp11 ribu samapi saat ini masih belum turun itu, mau tidak mau harus merubah atau mengotak-ngatik ukuran tempenya, meskipun mendapat kabar bahwa para pedagang tahu dan tempe yang berada di pasar akan melakukan mogok dagang sebagi bentuk protes terhadap pemerintah.

“Kami berharap agar terus bisa memproduksi bahan pokok bagi masyarakat seperti tempe ini, pemerintah segera mencarikan solusi agar harga kacang kedelai stabil seperti biasanya,” tandasnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman
SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045
PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air
Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital
90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar
Antisipasi Pajak Kendaraan Tahunan, BPR Sukabumi Hadirkan Tabungan TAPAK
BPR Sukabumi Hadiri Peringatan Harkitnas 2026, Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital
Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:53 WIB

BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman

Senin, 22 Juni 2026 - 12:32 WIB

SOYJOY Nutrition Award 2026, Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Anak Bangsa dan Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00 WIB

PT Amerta Indah Otsuka Tanam 3.500 Pohon di TNGHS, Perkuat Konservasi Hutan dan Sumber Air

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:50 WIB

Permudah Akses Produk Perbankan, BPR Sukabumi Hadirkan SIMPEN Berbasis Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:04 WIB

90 UMKM Sukabumi Dibina Naik Kelas, Fokus Tingkatkan Kualitas Produk dan Perluas Pasar

Berita Terbaru