JURNALSUKABUMI.COM – Nasib pilu dialami Abdul Rohman (40) dan Nunung (26), dua bersaudara ini hidup dengan serba keterbatasan di sebuah vila tua yang berada di Kampung Bobojong RT 1 RW 1, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.
Sudah hampir empat tahun kaka beradik ini menempati vila itu. Sehari-hari, merenya terkadang hanya bisa memakan ubi.
Yang paling miris, saat ini vila yang ditempati mereka tidak memiliki aliran listrik. Jika menjelang malam hari terpaksa mereka harus gelap-gelapan.
“Awalnya ada sambungan listrik karena saya menyambungkan kabel kepada rumah kakak saya. Tapi, kini sudah satu bulan lebih saya putus karena tidak bisa ikut membantu membayar iyuran tagihan listrik,” kata Abdul kepada wartawan, Senin (10/05/21).
Lanjut dia, untuk penerangan saat ini mereka hanya mengandalkan cempor minyak tanah. Jika minyak habis mereka hanya mengandalkan cahaya alakadarnya. Apalagi, dibulan puasa ini mereka saur dengan kondisi keterbatasan.
“Mau gimana lagi saya boro-boro pasang listrik untuk sehari-hari pun serba susah,” imbuhnya.
Dari informasi yang dihimpun, Abdul Rohman sudah mengurus vila dan kebun tersebut selama puluhan tahun. Namun, pemilik vila tidak bisa memberikan upah dan sebagai imbalannya Abdul diperbolehkan menempati vila dan memanfaatkan kebunnya untuk bertani.
“Saya sudah lama mengurus vila dan mengurus kebun di sini. Sudah hampir empat tahun lebih tinggal di vila bersama adik saya,” ujarnya.
Sejauh ini, Abdul tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya kuli serabutan sehingga penghasilannya pun tidak menentu.
“Saya tidak memiliki penghasilan tetap. Kalau ada yang makan, kalau tidak ada ya mau bagai mana. Untuk makan saya memanfaatkan ubi, bahkan bisa sampai empat hari tidak makan nasi,” lirihnya.
Abdul mengaku, selama tinggal di Kampung Bobojong RT1/1, Kelurahan/Kecamatan Baros tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.
“Bantuan dari pemerintah belum pernah dapat, memang saya sebelumnya tidak menetap di kampung kadang bekerja di luar. Tapi, sudah empat tahun saya di sini belum ada bantuan. Sekarang saya mau tetap disini karena tidak punya rumah,” tandasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor












