Jalur Sabuk Geopark Ciletuh Amblas, Pengendara Cemas

Selasa, 15 Desember 2020 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi jalan Provinsi Jawa Barat jalur sabuk Loji-Palangpang atau Geopark Ciletuh amblas, tepatnya di area sebelum Tanjakan Dini, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (15/12/20).

Informasi yang dihimpun jurnalsukabumi.com, kondisi jalan yang berada sebelum tanjakan dini sempat membuat pengendara khawatir dan hati-hati. Pasalnya jalan yang sebelumnya miring tersebut, kini tambah parah yang amblas. Di lokasi tersebut tampak pasukan kuning dan sejumlah pejabat sedang melihat lokasi tersebut.

“Saya kaget, ini jalan ko miring begini, apalagi di tanjakan yang memang puncak dini ini harus ekstra hati-hati,” ungkap seorang pengendara Robbi (33) kepada jurnalsukabumi.com.

Kekhawatiran yang terjadi disaat malam hari. Pasalnya kurang penerangan dan keberadaan jalan di tanjakan atau turunan. Sehingga bagi warga yang hendak ke arah Loji untuk hati-hati.

“Kalau malam hari ini bahaya, sudah tak ada lampu atau penerangan jalan dan berada di turunan, pengendara bisa terjebak,” katanya.

Hal yang sama dikatakan pengendara lainnya, Darjah F (28) yang saat melintas menggunakan kendaraan roda empat. Pasalnya jalan yang menuju arah Loji ini memang sudah tak bisa dilewati. Yang khawatir saat terjadinya persimpangan.

“Ya harus ada yang mengalah, apa yang mau nanjak atau turun, karena jika dipaksakan bersimpangan bisa celaka,” jelasnya.

Sementara itu, Unit Pengelolaan (SUP) V Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat Juandi Nur saat dihubungi jurnalsukabumi.com mengatakan, .ruas jalan yang amblas yakni di Cibutun-Balewer Geopark Ciletuh Km.bdg.169+400

“Jalan tersebut amblas tinggi kurang lebih 0.8 meter, penanganan semetara dilakukan pemasangan rambu-rambu jalan dan dilakukan droping matrial dan juga pengurugan material di lokasi amblas. Kami juga mengimbau kepada warga untuk berhati-hati ditambah intensitas hujan cukup tinggi,” pungkasnya.

Reporter: Ifan || Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru