Telan Rp 4.6 Miliar, Apakah Pembangunan Amphiteater Geopark Ciletuh Mangkrak?

Rabu, 7 Oktober 2020 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pembangunan Amphiteater area Geopark Ciletuh tepat di Panenjoan, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas diduga mangkrak dan mandeg. Pasalnya pembangunan dengan menelan Rp 4,6 miliar pada Tahun 2019 hanya galian katenfil dan perataan pembangunan saja.

Berdasarkan penelusuran jurnalsukabumi.com, data yang ada di LPSE Jawa Barat nama kegiatan jasa konstruksi Amphiteater Ciletuh Sukabumi yakni pembangunan dan sarana transportasi wisata Geopark Ciletuh, instansi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan satuan kerja Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat nilai pagu Rp 4,6 miliar. Adapun pemenang tender yakni PT. Widuri Abdi Jaya dengan hasil penawaran Rp. 4,3 miliar.

“Ya memang itu pembangunannya segitu, dan rencana akan dilanjutkan pada Tahun 2021,” ungkap Panitia Pejabat Komitmen (PPK) Amphiteater Ciletuh Asep Mulyana, kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (07/10/20).

Menurut Asep, untu nilai untuk pagu Rp 4.6 miliar sendiri pembangunanya tahun 2019 baru struktur. Sehingga total anggaranya kurang lebih sekitar Rp 12 miliar.

“Sekarang sedang dalam proses review DED , rencana sisanya sekitar Rp 8 miliar akan dilanjutkan tahun 202,” jelasnya.

Saat ditanya, apakah pembanguan dengan anggaran yang fantastis tersebut tidak ada bangunan dan hanya galian dan rataan tanah saja. Pihaknya pun mengaku kegiatan ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat.

“Kegiatan ini sedang diperiksa oleh BPK, kegiatan hanya itu saja, melakukan kegiatan katenfil,” jelasnya.

Reporter: Hendi || Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru