Kreatif! Menyulap Limbah Kaca Jadi Lahan Bisnis di Masa Pandemi Covid -19

Jumat, 2 Oktober 2020 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNAL SUKABUMI.COM – Saat ini, ancaman sampar Covid-19 begitu terasa membelenggu dan membatasi ruang gerak seseorang dalam berusaha. Namun hal ini tidak terlalu berdampak langsung bagi Rizki, warga Jalan Tegalwangi RT 04 RW 02, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Di saat kebanyakan orang mengalami kesulitan mencari penghidupan di masa pandemi, dia justru mampu menciptakan dan mengembangkan peluang usaha melalui ide kreatifnya. Caranya, memanfaatkan keberadaan limbah kaca untuk membuat toples-toples kecil berukuran tinggi – lebar 30 cm – 10 cm. Fungsinya untuk menyimpan Ikan Cupang atau dalam bahasa ilmiah disebut Ikan Betta yang memiliki ukuran sebesar kelingking anak balita.

“Dari pada limbah kaca itu ditimbun atau dibuang sembarangan, lebih baik saya mengkreasikan limbah tersebut menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis untuk tambahan penghasilan bagi keluarga, ” katanya, saat ditemui jurnalsukabumi.com, Jumat (2/10/2020).

Bahan baku toples Cupang, kata dia, diperoleh dari hasil pencarian sendiri dan kiriman dari pemasok yang biasa menyuplai benda pecah belah itu ke rumahnya. Ongkos produksi yang dia keluarkan untuk pembuatan kerajinan tangan itu, relatif murah meriah. ” Dari modal Rp50 ribu, saya bisa mendapatkan keuntungan 10 kali lipat,” jelasnya.

Dalam sehari, dia bisa memproduksi toples antara 5 sampai 10 buah. Tidak semua jenis kaca, lanjut dia, bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan toples Ikan Cupang. Ketebalan kaca yang dibutuhkan rata – rata 3 inci, agar lebih kokoh dan tidak mudah pecah.

Hasil produksinya tidak perlu dia jajakan ke mana-mana. Karena sudah ada pelanggan tetap yang biasa memesan produk kerajinan toples miliknya. ” Alhamdulillah, yang sudah tahu, konsumen datang sendiri ke rumah. Bisa pesan langsung atau bisa juga lewat WhatsApp,” tuturnya.

Reporter: Hendi || Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang
Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:52 WIB

BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Senin, 11 Mei 2026 - 19:11 WIB

Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:08 WIB

Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB