Suara Rakyat Bukan untuk Dibeli, Agus Firmansyah Dorong Warga Laporkan Politik Uang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Suara rakyat dalam Pemilu merupakan bagian penting dari proses demokrasi yang harus dijaga dari praktik politik uang. Karena itu, masyarakat diminta tidak tinggal diam apabila menemukan dugaan serangan fajar maupun pemberian uang atau barang yang berkaitan dengan pilihan politik.

Hal tersebut disampaikan Agus Firmansyah saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan dan Pengawasan Pemilu bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat dan Anggota DPR RI Komisi II, Heri Gunawan, di Hotel Fress, Kota Sukabumi, Sabtu (8/8/2026).

Mantan Komisioner KPU Kota Sukabumi tahun 2008-2013 ini menegaskan, praktik serangan fajar dan politik uang merupakan persoalan yang kerap menjadi perhatian dalam pelaksanaan Pemilu. Jika dibiarkan, praktik tersebut dapat mencederai demokrasi dan memengaruhi kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan.

“Dua pelanggaran yang sering muncul saat Pemilu adalah serangan fajar dan politik uang. Hal ini sangat merugikan dan mencederai demokrasi. Saya tegaskan, jika menemukan pelanggaran tersebut, jangan ragu untuk segera melaporkannya ke Bawaslu,” tegas Agus.

Menurut pria yang juga aktif di Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI Hergun) ini, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi setiap tahapan Pemilu. Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan warga sebagai pemilih.

Agus meminta masyarakat segera menyampaikan laporan kepada Bawaslu apabila menemukan dugaan pemberian uang, barang, atau bentuk imbalan lainnya yang ditujukan untuk memengaruhi pilihan pemilih.

“Jangan diam saja. Kalau menemukan dugaan pelanggaran, segera laporkan kepada Bawaslu agar dapat ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, politik uang tidak boleh dianggap sebagai hal biasa dalam setiap momentum Pemilu. Sebab, praktik tersebut berpotensi menggeser substansi demokrasi, dari memilih berdasarkan program dan gagasan menjadi memilih karena imbalan.

Partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran, kata Agus, menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan Pemilu yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara bersama-sama, diharapkan setiap suara yang diberikan masyarakat benar-benar mencerminkan pilihan politik tanpa tekanan maupun iming-iming imbalan.

Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bawaslu Jabar Dorong Warga Jadi Pengawas Pemilu, Pahami Aturan dan Berani Laporkan Pelanggaran
Heri Gunawan dan Bawaslu Dorong Pengawasan Partisipatif Masyarakat di Sukabumi
Persiapkan Pemilu 2029, Hergun Bedah 11 Isu Krusial RUU Pemilu dan Dorong Pendidikan Pemilih di Sukabumi
Bawaslu Kota Sukabumi Gandeng SLB Negeri 1, Perkuat Pendidikan Politik Inklusif bagi Disabilitas
Napak Tilas Kang Budi Azhar: Berawal dari PK Sagaranten, Kini Nahkodai Parlemen Kabupaten Sukabumi
Cabai Jadi Harapan Hidup, Petani Sukabumi Rela Panggul Air Jauh ke Lereng Kebun
Budi Azhar Tegaskan Komitmen Perkuat Peran Perempuan dalam Politik dan Pembangunan Sukabumi
Rangkul Kalangan Santri, Iman Adinugraha Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Ponpes Al-Fatah

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Suara Rakyat Bukan untuk Dibeli, Agus Firmansyah Dorong Warga Laporkan Politik Uang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Bawaslu Jabar Dorong Warga Jadi Pengawas Pemilu, Pahami Aturan dan Berani Laporkan Pelanggaran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Heri Gunawan dan Bawaslu Dorong Pengawasan Partisipatif Masyarakat di Sukabumi

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:21 WIB

Persiapkan Pemilu 2029, Hergun Bedah 11 Isu Krusial RUU Pemilu dan Dorong Pendidikan Pemilih di Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:48 WIB

Bawaslu Kota Sukabumi Gandeng SLB Negeri 1, Perkuat Pendidikan Politik Inklusif bagi Disabilitas

Berita Terbaru