JURNALSUKABUMI.COM – Suara rakyat dalam Pemilu merupakan bagian penting dari proses demokrasi yang harus dijaga dari praktik politik uang. Karena itu, masyarakat diminta tidak tinggal diam apabila menemukan dugaan serangan fajar maupun pemberian uang atau barang yang berkaitan dengan pilihan politik.
Hal tersebut disampaikan Agus Firmansyah saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan dan Pengawasan Pemilu bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat dan Anggota DPR RI Komisi II, Heri Gunawan, di Hotel Fress, Kota Sukabumi, Sabtu (8/8/2026).
Mantan Komisioner KPU Kota Sukabumi tahun 2008-2013 ini menegaskan, praktik serangan fajar dan politik uang merupakan persoalan yang kerap menjadi perhatian dalam pelaksanaan Pemilu. Jika dibiarkan, praktik tersebut dapat mencederai demokrasi dan memengaruhi kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan.
“Dua pelanggaran yang sering muncul saat Pemilu adalah serangan fajar dan politik uang. Hal ini sangat merugikan dan mencederai demokrasi. Saya tegaskan, jika menemukan pelanggaran tersebut, jangan ragu untuk segera melaporkannya ke Bawaslu,” tegas Agus.
Menurut pria yang juga aktif di Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI Hergun) ini, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi setiap tahapan Pemilu. Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan warga sebagai pemilih.
Agus meminta masyarakat segera menyampaikan laporan kepada Bawaslu apabila menemukan dugaan pemberian uang, barang, atau bentuk imbalan lainnya yang ditujukan untuk memengaruhi pilihan pemilih.
“Jangan diam saja. Kalau menemukan dugaan pelanggaran, segera laporkan kepada Bawaslu agar dapat ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menambahkan, politik uang tidak boleh dianggap sebagai hal biasa dalam setiap momentum Pemilu. Sebab, praktik tersebut berpotensi menggeser substansi demokrasi, dari memilih berdasarkan program dan gagasan menjadi memilih karena imbalan.
Partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran, kata Agus, menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan Pemilu yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara bersama-sama, diharapkan setiap suara yang diberikan masyarakat benar-benar mencerminkan pilihan politik tanpa tekanan maupun iming-iming imbalan.
Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan











