Bawaslu Jabar Dorong Warga Jadi Pengawas Pemilu, Pahami Aturan dan Berani Laporkan Pelanggaran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga berperan aktif dalam mengawasi setiap tahapan Pemilu. Pemahaman terhadap aturan dan jenis-jenis pelanggaran dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan Pemilu yang bersih dan berintegritas.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Nuryamah, saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi pengawasan Pemilu bersama Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Gerindra, Heri Gunawan, di Hotel Fress, Kota Sukabumi, Sabtu (8/8/2026).

Nuryamah menegaskan, sosialisasi mengenai pemahaman Pemilu serta pengenalan berbagai bentuk pelanggaran harus terus dilakukan secara luas dan menyentuh masyarakat hingga tingkat paling bawah.

Menurutnya, masyarakat yang memahami aturan akan lebih mudah mengenali potensi pelanggaran sekaligus mengetahui mekanisme pelaporan apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam setiap tahapan Pemilu.

“Sosialisasi pemahaman Pemilu dan pengenalan terhadap pelanggaran itu sangat penting dan harus merata hingga ke tingkat paling bawah. Masyarakat harus tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan,” ujar Nuryamah.

Ia menilai, semakin kuat pemahaman masyarakat terhadap aturan Pemilu, semakin besar pula peluang untuk mencegah terjadinya pelanggaran.

“Jika pemahaman sudah kuat, maka peluang terjadinya pelanggaran dapat ditekan seminimal mungkin. Masyarakat tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga menjadi pengawas yang handal demi menjaga kemurnian suara,” lanjutnya.

Nuryamah berharap kegiatan sosialisasi dapat dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Dengan demikian, kesadaran untuk menaati aturan Pemilu dapat terus meningkat.

Selain itu, masyarakat diharapkan mampu membedakan tindakan yang diperbolehkan dan yang masuk kategori pelanggaran, sehingga dapat ikut menjaga proses demokrasi berjalan secara transparan, tertib, dan berintegritas.

Pengawasan partisipatif, kata Nuryamah, menjadi bagian penting dalam mencegah pelanggaran. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kerja pengawasan sekaligus menjaga agar setiap suara pemilih tetap terlindungi.

Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Heri Gunawan dan Bawaslu Jabar Dorong Pengawasan Partisipatif Masyarakat di Sukabumi
Persiapkan Pemilu 2029, Hergun Bedah 11 Isu Krusial RUU Pemilu dan Dorong Pendidikan Pemilih di Sukabumi
Bawaslu Kota Sukabumi Gandeng SLB Negeri 1, Perkuat Pendidikan Politik Inklusif bagi Disabilitas
Napak Tilas Kang Budi Azhar: Berawal dari PK Sagaranten, Kini Nahkodai Parlemen Kabupaten Sukabumi
Cabai Jadi Harapan Hidup, Petani Sukabumi Rela Panggul Air Jauh ke Lereng Kebun
Budi Azhar Tegaskan Komitmen Perkuat Peran Perempuan dalam Politik dan Pembangunan Sukabumi
Rangkul Kalangan Santri, Iman Adinugraha Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Ponpes Al-Fatah
Perkuat Basis Pemuda, Golkar Sukabumi Konsolidasi “Karya Siaga Gatra Praja” di Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Bawaslu Jabar Dorong Warga Jadi Pengawas Pemilu, Pahami Aturan dan Berani Laporkan Pelanggaran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Heri Gunawan dan Bawaslu Jabar Dorong Pengawasan Partisipatif Masyarakat di Sukabumi

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:21 WIB

Persiapkan Pemilu 2029, Hergun Bedah 11 Isu Krusial RUU Pemilu dan Dorong Pendidikan Pemilih di Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:48 WIB

Bawaslu Kota Sukabumi Gandeng SLB Negeri 1, Perkuat Pendidikan Politik Inklusif bagi Disabilitas

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:20 WIB

Napak Tilas Kang Budi Azhar: Berawal dari PK Sagaranten, Kini Nahkodai Parlemen Kabupaten Sukabumi

Berita Terbaru