Pasca Banjir Bandang, Alat Berat Bakal Diterjunkan ke Titik Terparah di Cisolok

Selasa, 28 Oktober 2025 - 00:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pasca banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisolok, jajaran Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi memastikan akan menurunkan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan dan membuka akses jalan warga yang tertutup material lumpur dan puing.

Komandan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ari Wibowo, mengatakan pihaknya sejak awal sudah menurunkan personel ke lokasi terdampak bersama unsur TNI, Polri, BPBD, SAR, PMI, dan para relawan.

“Kami dari Kodim sudah menurunkan anggota ke lokasi bencana di Cisolok. Saat ini kami fokus pada pembersihan pasca banjir bersama rekan-rekan dari kepolisian, BPBD, SAR, PMI, serta relawan. Alhamdulillah, hasil penyisiran menunjukkan tidak ada korban jiwa,” kata Dandim Agung, Senin malam (27/10/2025).

Menurut Agung, langkah berikutnya adalah menurunkan alat berat ke sejumlah titik yang aksesnya tertutup lumpur tebal dan reruntuhan.

“Rencana alat berat akan kita turunkan. Fokusnya untuk membuka jalan agar kendaraan yang membawa bantuan dan peralatan bisa masuk ke permukiman warga terdampak,” jelasnya.

Langkah ini dinilai krusial karena beberapa jalan desa di kawasan Cikahuripan masih tertutup material banjir, menyulitkan distribusi logistik dan mobilitas petugas di lapangan.

Hingga Senin malam, tercatat sekitar 500 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan telah diterjunkan untuk membantu proses penanganan pasca banjir.

“Kurang lebih 500 personel gabungan sudah berada di lapangan untuk membantu evakuasi, pembersihan, dan penyaluran bantuan,” ujar Agung.

Titik terparah berada di Desa Cikahuripan Kecamatan Cisolok, yang hingga kini masih dipenuhi lumpur tebal serta tumpukan sampah dan material kayu.

Dandim menuturkan, saat ini pihaknya tengah melakukan asesmen kebutuhan di lapangan untuk menentukan jenis bantuan yang paling mendesak bagi warga terdampak.

“Kami masih melakukan pendataan dan asesmen. Setelah hasilnya jelas, baru kita koordinasikan bentuk bantuan apa saja yang diperlukan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah selatan Sukabumi masih tinggi.

“Kami imbau warga, khususnya di sekitar lokasi terdampak, agar tetap waspada. Jika hujan deras kembali turun, segera mencari tempat yang lebih aman,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kekeringan Meluas, Dinas Pertanian Petakan Wilayah Rawan Demi Selamatkan Panen
Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:53 WIB

Kekeringan Meluas, Dinas Pertanian Petakan Wilayah Rawan Demi Selamatkan Panen

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Berita Terbaru