JURNALSUKABUMI.COM – Warga di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi, termasuk Kecamatan Sukaraja, Kebonpedes, dan Cikembar, kini dilanda kecemasan akibat maraknya laporan ketukan pintu misterius pada tengah malam.
Fenomena ini tidak hanya memicu rasa was was di lingkungan nyata, tetapi juga viral di media sosial, menunjukkan bahwa banyak warga mengalami hal serupa.
Salah satu unggahan yang ramai dibagikan berasal dari warga Cikembar. Ia mengaku rumahnya diketuk tiga kali tepat pukul 02.07 WIB, membenarkan bahwa kejadian ini terjadi pada jam-jam rawan.
Ade Suryana (35), warga Desa Cikaret, Kebonpedes, menceritakan secara detail kronologi mencekam yang dialaminya pada Sabtu (20/9) dini hari.
“Rumah saya cukup terpisah di tengah sawah. Sekitar pukul 02.00, saat kami tidur, terdengar ketukan pintu empat kali, diulang sebanyak tiga kali,” kata Ade melalui sambungan telepon pada Rabu (24/9/2025).
Ade segera tersadar dan mengecek, namun tidak berani keluar rumah karena takut yang mengetuk adalah penjahat.
“Saat saya intip, ternyata tidak ada orang di luar. Anehnya, suara ketukan itu masih ada dan bunyinya semakin menjauh,” ujarnya.
Kejadian ini diperparah dengan detail ganjil lainnya. “Ada juga suara seperti suara bedug yang agak aneh,” tambah Ade, mempertebal unsur misteri yang menyelimuti peristiwa ini.
Setelah pagi, ia baru memberanikan diri bercerita kepada sang istri. Kekhawatiran Ade langsung meluas setelah ia mengetahui para tetangga juga mengalami hal yang sama, sebagian besar terjadi di waktu yang seragam, pukul 02.00 dini hari.
Ketidakpastian mengenai pelaku membuat warga menduga-duga, mulai dari maling hingga praktik klenik seperti ‘ngepet’.
Kondisi ini membuat warga terpaksa mengambil langkah pengamanan sendiri.
“Belum ada pelaporan ke polisi, dan di kampung saya tidak ada ronda malam. Jadi warga resah,” kata Ade.
Akibat ketakutan yang mendalam, warga di beberapa lokasi memilih untuk berjaga semalaman.
“Sampai-sampai rumah tetangga saya, wanita paruh baya yang tinggal sendirian, itu sampai ditungguin warga tadi malam (Sabtu, 20/9) untuk jaga-jaga. Mereka ketakutan,” pungkasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












