JURNALSUKABUMI.COM – Momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-155 dimanfaatkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi untuk semakin menguatkan sektor pariwisata sebagai penopang utama ekonomi daerah.
Kepala Dispar Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa event tahunan Sukabumi Ngabumi terbukti menjadi lokomotif perputaran uang di sektor wisata dan UMKM.
Sejak digelar empat tahun lalu, Sukabumi Ngabumi menunjukkan tren positif. Tahun pertama mencatat perputaran ekonomi Rp2,8 miliar, tahun kedua naik menjadi Rp5,2 miliar, dan tahun ketiga mencapai Rp7,8 miliar dari aktivitas hotel, resort, hingga UMKM.
“Tahun ini sebenarnya kami menargetkan Rp10 miliar karena eventnya insyaallah lebih berkualitas. Namun karena situasi nasional, pelaksanaan ditangguhkan dan akan digeser ke waktu terdekat,” jelas Sendi beberapa hari lalu.
Menurutnya, target Rp10 miliar bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa pariwisata mampu memberi dampak nyata terhadap perekonomian lokal.
Selain target ekonomi, Sukabumi juga mengukir prestasi di kancah internasional. Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) kembali meraih Green Card, predikat tertinggi dalam tata kelola geopark yang diberikan UNESCO pada Konferensi Global Geopark di Chili, 12–18 Agustus 2025 lalu.
“Alhamdulillah CPUGGp kembali meraih Green Card. Dari revalidasi pertama sampai ketiga, kita selalu berhasil mempertahankannya. Ini pengakuan dunia terhadap komitmen kita melestarikan warisan bumi,” kata Sendi.
Sendi menegaskan, status Green Card menjadi trigger point pembangunan pariwisata ke depan. Predikat tersebut tidak hanya menjaga reputasi Sukabumi di mata dunia, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara.
“Green Card akan memancing wisatawan untuk datang, baik penelitian, edukasi, maupun wisata. Ke depan fokus kita adalah tata kelola, infrastruktur, serta kolaborasi masyarakat agar Geopark dan pariwisatanya semakin berkembang,” ujarnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












